Firda Nurul Afiah Uji Keterampilan Berbahasa Jepang Melalui Lomba Rodoku

Bandung, DPBJ-UPI. 

Cerita Mahasiswa kali ini datang dari Firda Nurul Afiah, yang telah menang juara 2 di ajang Lomba Rodoku 2021. Rodoku adalah istilah dalam bahasa Jepang yang artinya membaca nyaring. Bagaimana pelaksanaan lomba tersebut mari kita simak tulisan Firda berikut.

Uji Keterampilan Berbahasa Jepang Melalui Lomba Rodoku

Firda Nurul Afiah (firdanurulafiah@upi.edu)

Pada kesempatan ini, saya Firda Nurul Afiah, salah satu mahasiswa Pendidikan Bahasa Jepang UPI, ingin berbagi sedikit mengenai pengalaman saya mengikuti lomba membaca teks bahasa Jepang atau biasa disebut lomba rodoku yang diselenggarakan oleh Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas bekerja sama dengan Nigakkai himpunan mahasiswa sastra Jepang Universitas Andalas. Mengikuti lomba ini merupakan salah satu pengalaman saya yang luar biasa khususnya dalam berlomba secara online. Pada awalnya saya mengetahui informasi mengenai lomba ini melalui sosial media Instagram yang pernah teman saya bagikan di grup. Saya penasaran dan ingin mencoba, lomba ini tidak dipungut biaya apapun, hadiah yang ditawarkan juga cukup besar dan bagi pemenang ke-1, ke-2, dan ke-3 juga akan disiarkan RRI Padang.

Oleh karena itu sistem lomba tersebut dalam pelaksanaannya dibagi menjadi tiga babak, yaitu babak pertama, babak semifinal, dan babak final. Setiap peserta wajib memvideokan diri saat membaca dan menceritakan isi teks kemudian mengunggah video tersebut di akun instagram masing-masing.

Pada babak pertama, setiap peserta lomba yang sudah mendaftarkan diri memilih satu dari 3 teks  yang sudah disediakan oleh panitia. Perlombaan yang saya ikuti kali ini bertemakan binatang “doubutsu” yaitu kisah-kisah dongeng mengenai hewan di Jepang. Cerita yang saya ambil pertama kali adalah cerita yang berjudul 蟹の商売 (Kani no Shoubai) karya 新美南吉 (Niimi Minamikichi) , setelah mengunduh teksnya, saya melakukan beberapa persiapan diantaranya:

  1. Membaca terlebih dahulu teks yang akan dibaca, panjang teks pada babak ini yaitu sekitar 1-2 halaman.
  2. Setelah dibaca kemudian saya mencari tahu makna dan arti dari kotoba yang sulit atau baru saya lihat. Apabila arti dari kotobanya cukup membingungkan, biasanya saya mencari tahu di internet mengenai gambar dari kotoba tersebut, kemudian saya mencari banyak referensi mengenai cerita tersebut baik di Youtube maupun Google, supaya mendapat gambaran intonasi seperti apa pada saat menceritakan cerita tersebut dan sebagainya. sehingga memudahkan pada saat nanti membaca teks.
  3. Sambil latihan membaca teks, biasanya saya menandai bagian-bagian mana saya harus berhenti membaca, dan membedakan suara antar tokohnya.
  4. Latihan membaca beberapa kali sambil menghitung waktu apakah terlalu cepat atau lambat.
  5. Setelah dirasa siap, maka waktunya untuk merekam video. Pada saat video membaca teks, walaupun membaca, namun sesekali harus melihat kamera dan jangan terlalu terpaku pada teks. Sama seperti mendongeng sebuah cerita.
  6. Video rekaman yang sudah selesai diunggah ke akun instagram masing-masing dengan menambahkan hashtag yang sudah diberitahukan oleh panitia sebelumnya.

Penilaian lomba rodoku ini sendiri dilihat dari penghayatan dan mimik, pelafalan, intonasi dan vokal dengan poin sejumlah 25 poin, untuk penampilan serta manajemen waktu tidak boleh lebih dari 7 menit mempunyai nilai maksimal 10 poin.

Untuk timeline penyeleksian video roudooku peserta adalah sekitar seminggu setelah pengumpulan video. Apabila telah selesai diseleksi oleh juri, maka panitia kembali mengumumkan peserta yang lolos lewat akun Instagram Nigakkai. Alhamdulillah saya lolos di tahap semifinal, pada tahap ini telah dipilih sebanyak 20 peserta. Setelah itu sama seperti sebelumnya, panitia memberikan kembali pilihan teks, pada babak ini saya memilih cerita うさぎの目が赤いわけ (Usagi no Me ga Akai Wake). Teks pada babak semifinal ceritanya lebih panjang serta terdapat kanji yang lebih banyak. 

Setelah babak semifinal selesai, saya lolos ke babak final dengan peserta berjumlah 5 orang. Di babak final, saya mengambil cerita dengan judul  野ギツネ (Nogitsune) Level teks pada babak final ini lebih tinggi karena teks berjumlah 2-3 halaman, selain itu banyak penggunaan bahasa Jepang pada zaman dahulu contohnya bahasa Jepang oleh samurai. Sehingga harus mencari beragam referensi dan memahami setiap kotoba supaya dapat dengan mudah menghayati cerita tersebut.

Alhamdulillah setelah melalui berbagai latihan, saya lolos di babak final, pada saat pengumuman saya berhasil meraih Juara 2. Kesannya sangat bahagia dan bersyukur karena bisa memenangkan lomba tersebut dari sekian banyak peserta dari berbagai daerah di Indonesia. Berkat ikut serta dalam lomba ini pun, saya dapat menambah wawasan  mengenai cerita-cerita dongeng Jepang,  pemahaman berbagai kotoba juga sekaligus melatih kemampuan membaca dalam bahasa Jepang.

Sekian cerita pengalaman saya ikut serta dalam lomba rodoku Niggakai ini. Terima kasih bagi yang sudah membaca cerita pengalaman saya, semoga dapat bermanfaat dan menjadi motivasi bagi teman-teman khususnya dalam belajar bahasa Jepang ^^. Arigatou Gozaimasu.