Bandung, 26 November 2020. Telah ditandatangani MoU antara UPI dengan Prefektur Ibaraki pada tanggal 26 November 2020. Dari pihak UPI, Bapak Rektor Prof. Dr. M. Solehuddin, M.Pd., M.A dan dari pihak Prefektur Ibaraki, Gubernur Ibaraki, Mr. Ooigawa Kazuhiko, keduanya sepakat menandatangani MoU
Pada acara tersebut, Gubernur Ibaraki memperkenalkan Prefektur Ibaraki seperti berikut. Prefektur Ibaraki yang merupakan pemerintah daerah otonomi berpopulasi sekitar 3 juta, merupakan daerah penghasil produksi untuk industri manufaktur dan banyak terdapat fasilitas penelitian canggih. Namun selain itu, Ibaraki juga terkenal dengan berbagai industri lainnya seperti industry pertanian dan perikanan. Karena lokasi dan kondisinya yang sangat strategis seperti luasnya lahan datar dan dekat dengan Tokyo, maka banyak bermunculan perusahaan baru, yang kemudian banyak menciptakan lapangan kerja.Dari segi kehidupan, Ibaraki diberkahi dengan iklim yang hangat, memiliki banyak kekayaan alam seperti laut dan pegunungan, juga memiliki fungsi perkotaan sehingga, sangat praktis dan nyaman sebagai daerah tinggal orang Indonesia.
Kemudian, untuk menanggapi kekurangan tenaga kerja yang cukup parah karena populasi penduduk Jepang yang menurun dan meningkatnya jumlah manula, juga untuk menjembatani kondisi sumber daya manusia asing yang ingin bekerja di prefektur Ibaraki dan perusahaan/industry di prefektur Ibaraki yang ingin mempekerjakan orang asing, prefektur Ibaraki memelopori pendirian “Pusat Dukungan Sumber Daya Manusia Asing Ibaraki” pada bulan April tahun lalu, dan belum ada di daerah lain. Pusat Dukungan Sumber Daya Manusia Asing ini mendorong perusahaan untuk membangun sistem yang baik, sehingga tercipta lingkungan yang kondusif dimana sumber daya manusia asing dapat bekerja dengan tenang, mendukung pembelajaran bahasa Jepang dengan menyediakan sistem e-learning, dan mendukung tersedianya lapangan kerja bagi SDM asing setelah kembali ke negara asalnya. Begitu lanjutnya.
Dikatakan pula bahwa saat ini, ada sekitar 4.300 orang Indonesia yang tinggal di prefektur Ibaraki, terutama bekerja di industri manufaktur dan pertanian. Hal ini menjadikan Ibaraki sebagai daerah yang paling banyak ditinggali orang Indonesia ketiga di Jepang. Ada sekitar 3.000 pekerja di Ibaraki, sekitar 80% di antaranya adalah ginoujishuusei/trainee teknis, yang telah memberikan kontribusi besar bagi perkembangan industri prefektur Ibaraki. Melalui kerjasama ini, prefektur Ibaraki ingin menambah kesempatan untuk menerima sumber daya manusia berketerampilan tinggi dari Indonesia, khususnya untuk lulusan Universitas Pendidikan Indonesia. Hal ini juga diharapkan dapat membantu meningkatkan perekonomian dan pertukaran budaya antara kedua belah pihak.
Kedepannya, prefektur Ibaraki bermaksud menyelenggarakan berbagai program terkait peningkatan penerimaan sumber daya manusia dari Universitas Pendidikan Indonesia, dan untuk mewujudkannya kami ingin memohon dukungan dan kerjasama berkelanjutan dari Rektor UPI dan pejabat universitas lainnya.Saya sangat berharap agar perjanjian kerjasama hari ini dapat memberikan kontribusi bagi kemajuan kedua belah pihak.
Demikian Gubernur Ooigawa menyampaikan sambutannya.
Bapak Rektor UPI, menyampaikan pidatonya sebagai berikut ; bahwa di hari bersejarah bagi Universitas Pendidikan Indonesia dan Prefektur Ibaraki Jepang karena untuk pertama kali Universitas Pendidikan Indonesia membuat kesepakatan langsung dengan pemerintah daerah prefektur di Jepang. Dan sangat menghargai keputusan Gubernur untuk memilih Universitas Pendidikan Indonesia sebagai mitra kerja sama dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia, khususnya alumni Universitas Pendidikan Indonesia, melalui program internship di Jepang. Persyaratan atau kualifikasi yang dibutuhkan sesuai lingkungan kerja di Jepang.
Untuk itu, Rektor UPI berharap kepada Bapak Gubernur untuk membantu para alumni UPI mempersiapkan diri sebaik mungkin dengan membekali mereka dengan pelatihan keterampilan yang mereka butuhkan untuk dapat bekerja di lingkungan kerja Jepang. Mereka membutuhkan predeparture atau predeployment internship sehingga mereka tidak mengalami kesulitan dalam proses adaptasi.
Demikian paparan dari kedua belah pihak yang telah menandatangi MoU tersebut.
Penandatanganan MoU ini berdampak besar terhadap kebijakan Jepang, hal ini dapat terlihat dengan pemberitaan oleh baik surat kabar besar maupun website berita online di Jepang, diantaranya :
Nikkei Shimbun ; https://www.nikkei.com/article/DGXMZO66684780W0A121C2L60000
Jakarta Shimbun ; https://www.jakartashimbun.com/free/detail/53732.html
Ibaraki Shimbun ; https://ibarakinews.jp/news/newsdetail.php?f_jun=16063880172247
Berita Online 47news ; https://www.47news.jp/localnews/5540943.html
Berita Online MSN news ; https://bit.ly/33MRGLC
Berita Online Yahoo.co.jp ; https://news.yahoo.co.jp/articles/4d55d92c9564cb1537a1063836a0160bc56881ed
Website Prefektur Ibaraki ; https://www.pref.ibaraki.jp/shokorodo/rosei/rodo/gaikokujin/indonesiauniversity.html


