Bandung, DPBJ-UPI.
Pada hari Sabtu, tanggal 26 Juni 2020, Departemen Pendidikan Bahasa Jepang UPI telah menyelenggarakan Pengabdian Kepada Masyarakat semester genap, kepada hampir 200 guru bahasa Jepang di SMA dan sederajat dari seluruh Indonesia.
Dengan pemateri dari Prefektur Ishikawa, Ibu Ikuko Sakamoto mengenalkan Kimono yaitu pakaian tradisional Jepang. Kecintaannya terhadap kimono ini luar biasa, membuatnya hampir setiap hari mengenakan kimono. Beliau mengenalkan pada saat kapan saja orang Jepang menggunakan kimono, lalu berbagai jenis kimono, serta obi atau semacam sabuk yang dililitkan pada pinggang, juga dijelaskan mengenai makna dari motif-motif yang ada pada kimono.
Selanjutnya, masih dari Prefektur Ishikawa, Ibu Souki Nakai mengenalkan Chanoyu yaitu seni upacara minum teh. Budaya yang masuk dari China sekitaran tahun 800an ini begitu unik. Teh yang disajikan oleh penyuguh teh dinikmati dengan sunyi senyap tanpa ada ngobrol-ngobrol. Setelah teh selesai diminum barulah sedikit ada pembicaraan terkait siapa yang membuat mangkuk teh nya, atau terkait makna pajangan tulisannya. Teh yang cukup pahit ini diminum setelah tamu menikmati kue Jepang atau wagashi yang begitu cantik. Demikian kekhasan budaya ini yang terus ada hingga sekarang.
Kemudian untuk materi terakhir yaitu taishogoto, Ibu Dewi Kusrini, dosen DPBJ memandu Nurul Zia Aida dan Aprilia Yasmin sebagai pematerinya. Kedua mahasiswa ini adalah pengurus dari Sakura Taishogoto, klub mahasiswa DPBJ UPI. Mereka mengenalkan Taishogoto terkait sejarah, lalu bagian alat musiknya dan lagu-lagu yang dimainkan dengan alat musik taishogoto ini.
Dari keseluruhan materi, para guru merasa banyak ilmu baru yang didapat terkait materi budaya ini.
Ketua pelaksana kegiatan ini, yaitu Ibu Dewi Kusrini, M.Pd.,M.A menyampaikan bahwa ” Dari kegiatan kami yaitu mengenalkan budaya tradisional Jepang kepada para guru bahasa Jepang ini, diharapkan dapat berguna untuk meningkatkan pengajaran bahasa Jepang Bapak Ibu Guru di sekolah masing-masing.”

