Deprecated: WP_Translation_Controller::load_file(): Implicitly marking parameter $locale as nullable is deprecated, the explicit nullable type must be used instead in /usr/local/www/jepang/wp-includes/l10n/class-wp-translation-controller.php on line 101

Deprecated: WP_Translation_Controller::unload_file(): Implicitly marking parameter $locale as nullable is deprecated, the explicit nullable type must be used instead in /usr/local/www/jepang/wp-includes/l10n/class-wp-translation-controller.php on line 156

Deprecated: WP_Translation_Controller::unload_textdomain(): Implicitly marking parameter $locale as nullable is deprecated, the explicit nullable type must be used instead in /usr/local/www/jepang/wp-includes/l10n/class-wp-translation-controller.php on line 201

Deprecated: WP_Translation_Controller::is_textdomain_loaded(): Implicitly marking parameter $locale as nullable is deprecated, the explicit nullable type must be used instead in /usr/local/www/jepang/wp-includes/l10n/class-wp-translation-controller.php on line 243

Deprecated: WP_Translation_Controller::translate(): Implicitly marking parameter $locale as nullable is deprecated, the explicit nullable type must be used instead in /usr/local/www/jepang/wp-includes/l10n/class-wp-translation-controller.php on line 263

Deprecated: WP_Translation_Controller::translate_plural(): Implicitly marking parameter $locale as nullable is deprecated, the explicit nullable type must be used instead in /usr/local/www/jepang/wp-includes/l10n/class-wp-translation-controller.php on line 297

Deprecated: WP_Translation_Controller::locate_translation(): Implicitly marking parameter $locale as nullable is deprecated, the explicit nullable type must be used instead in /usr/local/www/jepang/wp-includes/l10n/class-wp-translation-controller.php on line 397

Deprecated: WP_Translation_Controller::get_files(): Implicitly marking parameter $locale as nullable is deprecated, the explicit nullable type must be used instead in /usr/local/www/jepang/wp-includes/l10n/class-wp-translation-controller.php on line 430

Deprecated: WP_Translation_File::create(): Implicitly marking parameter $filetype as nullable is deprecated, the explicit nullable type must be used instead in /usr/local/www/jepang/wp-includes/l10n/class-wp-translation-file.php on line 84

Deprecated: wp_getimagesize(): Implicitly marking parameter $image_info as nullable is deprecated, the explicit nullable type must be used instead in /usr/local/www/jepang/wp-includes/media.php on line 5502

Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /usr/local/www/jepang/wp-includes/l10n/class-wp-translation-controller.php:101) in /usr/local/www/jepang/wp-includes/feed-rss2.php on line 8
Cerita Dosen – Pendidikan Bahasa Jepang https://jepang.upi.edu Fakultas Pendidikan Bahasa dan Sastra Thu, 23 Mar 2023 12:40:15 +0000 en-US hourly 1 https://wordpress.org/?v=6.5.3 https://jepang.upi.edu/wp-content/uploads/2023/09/cropped-UPI-Logo-utama-merah-32x32.png Cerita Dosen – Pendidikan Bahasa Jepang https://jepang.upi.edu 32 32 Tabir Neyama dari Kacamata Orang Jepang Oleh Ahmad Dahidi https://jepang.upi.edu/tabir-neyama-dari-kacamata-orang-jepang-oleh-ahmad-dahidi/ Thu, 23 Mar 2023 12:40:15 +0000 https://jepang.upi.edu/?p=8475 Tabir Neyama dari Kacamata Orang Jepang

Oleh Ahmad Dahidi

 “Apa yang bapak lakukan setelah memasuki masa purnabakti?”, itulah salah satu pertanyaan yang saya terima dari salah seorang dosen Departemen Pendidikan Bahasa Jepang FPBS UPI  ketika saya diundang oleh jurusan untuk makan bersama di sebuah restoran. Pertanyaan yang cukup menggelitik sebab jawaban yang mana yang mesti saya sampaikan. Mengapa demikian? Sebab cukup banyak kegiatan yang dilakukan setelah memasuki purnabakti ini diantaranya memilih dan memilah naskah naskah yang masih berupa draf, yang selama ini masih terbengkalai, yang sekarang masih tertidur pulas di rak buku. Saya merasa “berdosa” tidak bisa menuntaskannya selama masih bertugas padahal mungkin saja ada sesuatu yang bisa “diwariskan” kepada para kohai atau teman teman seprofesi, setidaknya kepada para mahasiswa di lingkungan jurusan. Tentunya, tulisan ini, secara khusus saya persembahkan kepada Mr. Tadao Isozaki yang telah tiada dan teman teman Jepang lainnya yang tergabung di dalam perhimpunan Kan I Ren yang telah banyak membantu saya dan orang Indonesia yang sedang studi di daerah Kansai.

Salah satu naskah yang mengelitik saya yaitu sebuah tulisan yang saya terima dari solmet orang Jepang berjudul “Asal Usul – Neyama”. Tulisan tentang Neyama ini, saya terima dari penulisnya ketika saya sedang studi lanjut di Osaka University tahun 90 an. Bagi orang Indonesia yang studi lanjut di daerah Kansai, tidak aneh dengan kelompok Kan I Ren (Kansai Indonesia Rengo Kyokai) sebuah perkumpulan orang Jepang yang pernah tinggal di Indonesia pada masa Indonesia diduduki Jepang tahun 1942 s.d. 1945. Salah seorang pengurusnya yaitu orang Jepang yang menulis tentang Neyama ini.

Apa itu Neyama? Bagaimana Neyama dibangun? Apa fungsi Neyama? Dan lain sebagainya. Sebenarnya, informasi tentang Neyama ini bisa ditemukan di Mbah Google, namun semuat tulisan yang muncul di situ ditulis oleh orang Indonesia. Keistimewaan informasi Neyama yang saya tuliskan kembali ini merupakan sebuah tulisan yang diungkap oleh pelaku asli, yaitu  orang Jepang ketika Neyama itu dibangun. Jadi, tulisan yang saya ungkap ini merupakan pandangan orang Jepang terhadap kronologi Neyama itu dibangun.

Semoga bermanfaat.

 

Asal Usul Neyama Versi Orang Jepang

 

Isozaki (nama lengkapnya Tadao Isozaki) menyatakan bahwa tulisan tentang asal usul Neyama ini, aslinya dalam bahasa Jepang, kemudian diterjemahkan kedalam bahasa Indonesia atas bantuan sdr. Komatsubara, J. Setiawan dan Arslan Syafirin serta sahabat Indonesia lainnya. Tadao Isozaki adalah salah seorang karyawan Osaka Seima Ltd. Japan yang ditugaskan oleh perusahaannya antara tahun 1943 s.d. 1945. Selanjutnya, Isozaki mengisahkan asal usul Neyama yang ia baca di sebuah majalah Kokusai Jiho Japanes Monthly of International Affair, topick of the month terbitan bulan Nopember 1971 tentang Wakil Presiden Republik Indonesia Sri Sultan Hamengku Buwono IX satu satunya Sultan di Indonesia pada saat itu. Dari majalah tersebut Isozaki mengetahui bahwa tuan Kubota presiden dari P.T. Nihon Koei telah menulis tentang terowongan Neyama yang berada di Campur Darat Tulungagung Jawa Timur. Tulisan berjudul “Kecerdasan di Indonesia”, ringkasan tulisan Mr. Kubota sebagai berikut:

“Jauh sebelum perang saya tertarik dengan keadaan pulau Sumatera dan Jawa karena pada masa itu saya menjabat sebagai konstruktor. Karena itu saya selalu melihat keadaan kedua pulau tersebut. Khususnya saya tertarik melihat keadaan di sekitar kali Brantas yang sesungguhnya. Mudik kali tersebut berada di sebuah gunung yang bernama gunung Kelud. Gunung tersebut pernah meletus pada tahun 1951 yang mengakibatkan banyak korban jiwa penduduk. Sejak saat itu lahar, batu, abu dan tanah lumpur akibat letusan gunung mengendap didasar kali Brantas. Karena itu setiap tahun pada musim hujan air mudah meluap sehingga terjadi banjir besar.

Pada jaman perang tentara angkatan darat, Jepang membuat terowongan dekat Campur Darat Tulungagung untuk mengalirkan air banjir ke laut Selatan setinggi air yang tergenang di daerah itu.

Sekian lamanya keadaan terowongan Neyama menjadi sempit sehingga salurannya menjadi buntu sama sekali. Setelah Indonesia merdeka pemerintah ingin memperbaiki terowongan Neyama. Untuk maksud tersebut saya mendapat panggilan dari pejabat tinggi pemerintah R.I. yang menanyakan pendapat saya tentang bangunan terowongan tersebut. Karena pemerintah R.I. tahu bahwa rombongan saya yang mengetahui sedalam dalamnya tentang seluk beluk bangunan terowongan itu. Karena itu saya diminta supaya membuatkan jawaban mengenai rencana serta blue print untuk menjelaskan teori perbaikan secara lengkap dan mendetail.

Anggaran serta teori perbaikan yang saya buat ternyata disetujui oleh pemerintah R.I. Tentang biaya hal ini dapat diselesaikan melalui pampasan perang. Karena itu konsep saya dapat langsung diwujudkan. Perbaikan terowongan Neyama bisa diselesaikan dalam waktu 1 tahun dengan biaya sebesar U.S. $ 1.500.000,-. Biaya tersebut rupa rupanya dapat kembali lagi dalam waktu setahun setelah perbaikan. Karena tanah bekas rawa-rawa menjadi tanah persawahan yang subur. Hasil bumi menjadi berlipat ganda dan rakyat tidak menderita lagi akibat banjir pada setiap musim hujan tiba”.

Demikianlah ringkasan tulisan tuan Kubota pada majalah tersebut diatas.

Setelah membaca tulisan tuan Kubota pada majalah tersebut, Isozaki tertarik untuk menulis tentang keadaan yang terjadi serta asal usul pembangunan terowongan Neyama di Campur Darat Tulungagung. Karena Isozaki sebagai orang sipil yang bekerja pada perusahaan Osaka Seima Ltd. di Kediri dari tahun 1943 sampai 1945 mau tidak mau Isozaki terlibat langsung sewaktu terowongan Neyama dibangun. Sebenarnya gagasan pembangunan datangnya bukan dari tentara angkatan darat Jepang. Gagasan pembangunan tersebut datang dari tuan Enji Kihara seorang Residen di Kediri yang baru diangkat pada masa itu. Sayang sekali catatan tentang pembangunan Neyama yang dilaksanakan pada masa perang dulu tidak dibukukan. Sehingga didalam perpustakaan ilmu pengetahuan dan sosial terbitan Universitas Waseda yang paling teliti itupun tidak ada tertulis sedikitpun tentang Neyama. Karena itu Isozaki sangat menyesal. Oleh sebab itu, Dia mengambil gagasan untuk mengumpulkan semua orang yang pernah terlibat langsung pada waktu terowongan Neyama dibangun. Apalagi setelah tuan Tadashi Ohtsuka kepala bagian ekonomi keresidenan Kediri pada masa itu telah pula meninggal dunia. Terpaksa dengan segera Isozaki mencari sumber asli dengan menanyakan perihal pembangunan Neyama tersebut kepada tuan Hideo Tokunada bekas kepala bagian administrasi keresidenan Kediri dan tuan Kintaro Toita bekas juru bahasa keresidenan. Di samping itu Isozaki juga sering berkirim surat kepada tuan Enji Kihara bekas Residen Kediri yang sekarang tinggal di Hachiohji. Untuk mengutarakan maksudnya, Isozaki menulis tentang asal usul riwayat pembangunan Neyama. Pada pertemuan perkumpulan Kediri-Kai (Perhimpunan Kediri) yang diadakan di Tokyo pada tahun 1975, Isozaki berjumpa dengan tuan Enji Kihara. Pada kesempatan yang singkat itu, tidak lupa Isozaki menanyakan tentang terowongan Neyama. Beliau menjanjikan kepada Isozaki bahwa beliau sanggup menulis tentang riwayat dibangunnya terowongan Neyama secara terperinci. Akhirnya surat yang dijanjikan itu Ia terima, bunyinya sebagaimana termuat dibawah ini:

“Pada tahun 1942 awal bulan Agustus saya mendapat perintah dari panglima tertinggi H. Imamura Jendral pertama dari angkatan darat Jepang yang masuk ke pulau Jawa untuk diangkat menjadi Residen Kediri di Jawa Timur. Pertengahan bulan Agustus saya sudah berada ditempat tugas. Pada bulan September hujan turun terus menerus (pada waktu itu musim hujan). Seluruh daerah keresidenan dilanda banjir besar. Sawah dan rumah penduduk terendam air sampai setinggi atap rumah mereka. Air banjir tersebut lama sekali surutnya lebih kurang sebulan lamanya. Karena keadaan kemiringan tanah didaerah itu hanya 1/1000. Akibat banjir banyak penduduk yang pindah ketempat lain. Dan seluruh kegiatan ditempat itu mengalami kemacetan. Yang sangat mengherankan ternyata rakyat yang tinggal didaerah banjir tersebut pada umumnya tidak ada yang merasa kuatir. Rupa rupanya mereka sudah terbiasa dengan banjir yang melanda. Sebaliknya bagi saya setelah melihat sendiri keadaan banjir yang melanda, tidak akan membiarkannya begitu saja. Apalagi mengingat bahwa saya selaku seorang Residen di daerah itu. Kemudian saya kumpulkan para pegawai, Bupati dan Wedana Kediri pokoknya semua orang yang berpengaruh di daerah keresidenan Kediri pada masa itu. Untuk merundingkan bagaimana caranya mengatasi bahaya banjir tersebut. Dari mereka tidak ada satupun pendapat yang keluar. Karena itu saya mengajukan pendapat dan buah pikiran saya dihadapan mereka, sebagai berikut:

  1. Keadaan pantai Selatan merupakan satu pengunungan yang berbentuk seperti sabuk dengan ketinggian lebih kurang 100 meter. Jadi untuk mengalirkan air air banjir kelaut Selatan perlu dibuat parit untuk mengalirkannya. Setelah mereka mendengar pendapat saya diatas. Baru keluar beberapa pendapat dari yang hadir seperti berikut :
  1. Pada jaman Belanda sudah pernah ada usaha semacam itu tetapi mengingat akan kesulitan yang harus dihadapi rencananya gagal dan tidak jadi diusahakan.
  2. Akibat banjir penduduk memang menderita, akan tetapi selain itu banjir juga membawa lumpur yang tersangkut di sawah sehingga tanah menjadi subur karenanya.
  3. Bukan mau bermaksud mengingkari kewajiban, karena sekarang dalam keadaan perang, kiranya tidak ada gunanya memikirkan pekerjaan yang sesulit itu. Setelah hadirin mengeluarkan pendapat mereka seperti tersebut diatas, lalu saya berbicara lagi.
  1. Selama Angkatan Laut dan Darat Jepang bertempur di medan perang, kitapun sebagai orang sipil perlu bertempur disini dengan air banjir. Sebab kalau tidak demikian siapa lagi yang akan memikirkan kepentingan orang banyak.
  2. Tentang keuntungan pupuk yang dibicarakan tidak dapat dicampur adukan dengan banjir. Sebab di daerah lain yang tidak terkena banjir ternyata tanahnya tidak kalah suburnya.
  3. Mengenai kegagalan yang dikemukakan semasa pemerintah Belanda itu keputusasaan mereka itu membikin saya lebih bersemangat untuk meneruskan rencana ini. Sebab menurut pendapat saya pada jaman Belanda barang-barang mudah didapat dan tersedia banyak. Jadi mustahil kalau mereka tidak bisa mengerjakannya. Mungkin mereka hanya berpura pura saja kepada rakyat, demi untuk keuntungan sendiri.

Selanjutnya masih ada beberapa pertanyaan dan saling tukar pikiran diantara kami yang hadir. Akhirnya kebanyakan dari yang hadir menyetujui pikiran saya tersebut diatas. Untuk maksud itu kemudian saya memberanikan diri ke Jakarta akan menerangkan maksud saya tersebut kepada Panglima Tertinggi yang baru Letjen Harada. Ternyata Panglima menyetujui dan menjanjikan pula bantuannya. Bagi saya kata-kata beliau sudah cukup menghibur hati.

Setelah itu pada musim kemarau saya bersama kira-kira 15 orang pergi meninjau kedaerah Campur Darat untuk melihat dari dekat keadaan pegunungan dan rawa-rawa. Ternyata luasnya lebih kurang 20 Km2. Tak lama setelah itu pekerjaan pembangunan baru dimulai dengan tenaga manusia dan peralatan yang sangat sederhana sekali. Tidak ada insinyur maupun peralatan mesin sama sekali. Yang menguntungkan, tenaga manusia mudah didapat dengan upah setiap orang Rp.0,20 sehari.

Pekerjaan dimulai dari dua arah

  1. Bagian Utara…………masuknya air.
  2. Bagian Selatan……….keluarnya air

Jadi seharusnyalah kedua pintu tersebut sesuai dan lurus.

Keadaan pegunungannya tidaklah begitu tinggi, tapi semuanya masih merupakan hutan belantara. Karena itu selain memotong pohon dan mengambili akar-akarnya sambil melihat pula apakah arahnya sudah betul, juga memilih bagian rawa yang paling baik untuk dapat disambungkan. Pernah juga dicoba dari tiga jurusan untuk dapat membandingkan satu dengan yang lainnya. Dengan demikian semua orang setiap hari bekerja keras seakan akan bertempur dengan gunung. Sejak saat itu daerah bangunan tersebut kami namakan Neyama karena menurut saudara Nishida (juru bahasa kantor Keresidenan) diambil dari kata daerah setempat yang artinya Tumpak Oyot dan sejak itu nama Neyama populer diantara kami. Semula saya pikir setelah pembangunan parit selesai pekerjaan telah berhasil dengan sukses. Tidak menyangka bahwa akan mendapat hambatan dinding yang amat sukar diatasi. Semula pekerjaan tidaklah begitu sukar sewaktu masih mengerjakan kaki gunung. Tapi setelah mencapai ketinggian gunung pekerjaan semakin sulit. Meskipun telah dapat diketahui bahwa Jarak antara Utara dan Selatan tinggal 800 meter lagi. Karena daerah itu penuh dengan gumpalan gamping yang meskipun diledakan dengan dinamit tidak akan menghasilkan apapun. Karena itu mulai dari tempat tersebut kami mulai mengganti cara kerja dengan membuat terowongan yang sesungguhnya. Disamping kesukaran, ada hal yang mengembirakan. Yaitu kebetulan kami mendapat pinjaman satu mesin rock drill yang dipinjamkan maskapai Ishihara Sangyo dan mendapat pula bantuan tenaga seorang ahli, sehingga kami banyak belajar bekerja dari padanya. Pekerjaan pembangunan berjalan maju terus dengan lancar. Tapi sayang sisa dinamit tinggal sedikit lagi sehingga kami harus mencari kesana kemari. Kebetulan sekali tiba-tiba ada orang yang mengetahui bahwa sewaktu tentara Belanda melarikan diri melewati daerah Campur Darat banyak bom yang mereka buang kedalam rawa-rawa. Setelah diadakan pemeriksaan ternyata dapat ditemukan sebanyak 23 buah bom ukuran besar kecil. Untuk mengambil mesiunya kami datangkan seorang Cina tukang pembuat kembang api. Bom tersebut kami suruh potong untuk diambil mesiunya. Caranya bagian luar bom tersebut dilumuri minyak, kemudian perlahan lahan dipotong dengan gergaji besi. Hasilnya dapat dikumpulkan mesiu sebanyak 10 ton. Setelah itu pembangunan bertambah maju. Dengan menggansir gumpal batu gamping tersebut menyebabkan tidak perlu lagi diadakan pembetonan. Maka pada pertengahan bulan Nopember tahun 1944 terowongan Neyama pembangunannya telah sempurna untuk dapat dihubungkan sampai kelaut Selatan. Setelah itu diadakan upacara pengaliran air yang pertama dihadiri Panglima Tertinggi Letjen K. Harada. Pada kesempatan itu pula nama Neyama untuk bangunan terowongan tersebut dikukuhkan. Sedangkan air yang mengalir didalamnya kami beri nama Osamu diambil dari nama pasukan tentara Jepang yang berkuasa pada masa itu.

Suatu kejadian yang menyedihkan pernah terjadi ketika semua orang sedang asyik bekerja meledakkan gumpalan gamping tiba-tiba saudara Morioka terkena letusan dinamit sehingga meninggal dunia. Atas nama Residen Kediri kami makamkan jenazahnya dengan mengucapkan belasungkawa yang sedalam-dalamnya. Demikian pula kepada kira-kira 100 orang penduduk yang menjadi korban Neyama akibat penyakit malaria maupun kecelakaan yang menyedihkan. Pada kesempatan itu juga diadakan upacara untuk menghormati arwah-arwah mereka yang telah meninggal.

Tambahan :

Setelah dapat dipastikan pelaksanaan pembangunan kecerdasan Neyama, saya dirikan panitia untuk mencari dana istimewa dengan membatasi banyaknya dana sebesar Rp.300.000,- Karena pada saat dimulainya pekerjaan sama sekali tidak punya modal walau hanya sepicis sekalipun. Kekurangan maupun kelebihan dana tersebut akan saya pertanggung jawabkan nanti di Jakarta.

Mungkin terdapat kesalahan dalam catatan saya ini, mengingat surat ini saya tulis dalam keadaan tergesa-gesa. Karena itu pada kesempatan ini terlebih dahulu saya mohon maaf. Salam saya Enji Kihara”.

Demikian bunyi surat tuan Kihara tentang terowongan Neyama yang ditulisnya atas permintaan Isozaki. Kiranya merupakan surat wasiat. Karena tak lama kemudian beliau meninggal dunia pada tanggal 15 Juni 1977 dalam usia 85 tahun.

Pada tahun 1976, Isozaki mengumpulkan dan merapikan surat-surat lama untuk kepentingan perkumpulan Kediri-Kai. Tidak disangka Isozaki menemukan pula satu pita tape record, berisi pidato tuan Ohtsuka (bekas kepala bagian ekonomi kantor Keresidenan Kediri) dan pernah menjadi wakil Walikota Jakarta. Setelah kembali ke Jepang pernah pula jadi Walikota Sakai dekat Osaka. Pidato tersebut diucapkan beliau di gedung Suntory House pada tanggal 12 Juni 1968 untuk mewakili hadirin menyampaikan ucapan selamat datang dan selamat ulang tahun kepada tuan Enji Kihara dan isteri. Rekaman pidato tuan Ohtsuka inipun juga menjadi wasiat. Karena beliau meninggal dunia pada tanggal 2 November 1973 di rumah sakit Kyoto.

Pidato tuan Ohtsuka tersebut secara singkat ditulis Isozaki dibawah ini. Karena di dalam pidatonya beliau menyinggung sedikit peristiwa pembangunan terowongan Neyama yang dipimpin tuan Enji Kihara. Isi pidato tersebut sebagai berikut:

“Pada tahun 1942 saya ditempatkan di Kediri. Tidak lama setelah bertugas disana, kalau tidak salah bulan Oktober 1942 kami semua dikejutkan oleh datangnya banjir besar yang melanda daerah Kediri dan sekitarnya. Yang mengherankan kami pada saat itu ternyata penduduk sama sekali tidak menunjukan rasa bingung maupun terkejut. Malahan ada diantara mereka yang berkata, banjir seperti ini biasa, bahkan 4 tahun sekali terjadi banjir yang lebih besar dari ini. Akan tetapi tuan Residen beranggapan lain, meskipun mengetahui bahwa akan menghadapi kesukaran yang hebat. Air banjir ini harus dialirkan ke laut Kidul. Dapat dipastikan bahwa pekerjaan ini adalah pekerjaan keberanian dengan kecerdasan yang luar biasa. Setelah bangunan terowongan Neyama selesai nama tuan Kihara menjadi terkenal diantara 19 Residen yang berada di Pulau Jawa. Jika mengutip pribahasa “Dibawah panglima yang gagah berani tidak ada satupun serdadu yang lemah”. Tapi sayang kami semuanya hanya merupakan serdadu yang lemah. Sehingga tuan Kihara sering jengkel melihat cara kerja kami. Meskipun banyak diantara kami yang sakit bahkan ada yang sampai meninggal dunia sewaktu mengerjakan terowongan tersebut. Namun tuan Kihara maju terus tanpa putus asa. Sehingga akhirnya terowongan Neyama dapat diselesaikan dengan baik. Setelah itu semua majalah dan koran selalu menulis tentang Neyama. Tidak saja yang terbit di Pulau Jawa bahkan sampai kedaerah Selatan semua membicarakannya. Sehingga nama tuan Kihara menjadi sangat termasyur karenanya. Tentang keadaan pada waktu Neyama dibangun sudah tentu tuan Tokunaga dan yang lain mengetahuinya lebih jelas. Setelah terowongan selesai dengan sukses, nama Residen Kediri mendapat kehormatan dimana-mana. Meskipun ada diantaranya yang merasa kewalahan sewaktu pembangunan. Tapi setelah bangunan selesai semua merasa lega dan bersenang hati. Suara tertawa terdengar dimana-mana. Dengan demikian jelaslah bahwa terowongan Neyama yang telah selesai dibangun 1tu, sesungguhnya adalah kegiatan dan buah pikiran tuan Kihara sendiri”

Demikianlah bunyi pidato tuan Ohtsuka yang direkam didalam tape record.

Konstruksi Neyama di masa perang, dikutip dari pembicaraan tuan H. Tokunaga dan tuan K. Toita masing masing sebagai bekas Kepala Bagian Administrasi dan bekas Juru Bahasa di Kantor Keresidenan Kediri pada masa itu, adalah sebagai berikut:

“Di salah satu hulu kali Berantas terdapat sebuah gunung yang bernama gunung Kelud. Gunung ini pernah meletus pada tahun 1919. Kawah gunung menjadi rusak sehingga laharnya berpancar turun kejurang Batak dan menganggu kampung Udanawu yang berada di hilirnya. Begitu pula kota Belitar dan sekitarnya. Akibat letusan gunung korban jiwa sebanyak 5.500 orang. Untuk mengatasi banjir pemerintah Belanda telah membuat lobang di sebelah kawah gunung dan terowongan dipinggirnya supaya air tidak melimpah di danau. Akan tetapi hampir dapat dipastikan setiap 4 tahun sekali terjadi banjir besar, akibat endapan lahar yang sekian lama terpendam di kali Berantas. Sehingga dasar kali menjadi dangkal. Kami sebelumnya tidak mengetahui bahwa akan ditempatkan bertugas di Kediri pada tahun 1942. Pada musim hujan tiba-tiba terjadi banjir besar di mana dalam waktu yang lama air baru surut. Melihat penderitaan penduduk disekitar kejadian, Residen Kediri tidak sampai hati. Lalu beliau mengumpulkan seluruh orang yang berpengaruh di daerah Kediri untuk membuat rencana bagaimana caranya mengatasi banjir. Walaupun peralatan dan bahan yang diperlukan tidak punya samasekali. Hal tersebut tidak dihiraukan oleh Residen (tuan Kihara). Karena demikianlah sifat tuan Kihara jika sudah punya rencana. Kehendaknya harus berhasil dan dia tidak akan mundur setapakpun. Apalagi pada masa itu tidak ada seorang insinyur, sehingga semua pekerjaan dikerjakan hanya menurut perintah tuan Kihara saja. Beliau hanya punya pengalaman dalam ilmu teknik sewaktu bertugas di kantor Gubernur Taiwan. Kepada kami berdua yang sama sekali tidak mengetahui cara kerja seorang insinyur mendapat pekerjaan dengan pembagian tugas sebagai berikut: Bagian Tokunaga, tuan Sadanaga, tuan Fujii dan bagian Ohtsuka, tuan Satoh, tuan Yagi dan tuan Morioka. Sesangkan tuan Toita dengan 3 orang pembantunya ditugaskan sebagai juru bahasa di tempat konstruksi. Tuan Residen sendiri setiap hari meninjau ke tempat konstruksi, masuk ke dalam rimba. Meskipun sepatunya rusak dan bajunya kotor seperti kain lap tidak diperdulikannya. Untuk mengadakan pembicaraan antara Kediri dan pusat Jakarta ditugaskan kepada Tokunaga untuk mengurusnya. Akan tetapi modal dan material sulit sekali didapatkan bantuannya dari pusat. Malahan kebanyakan mereka mentertawakan dan menghina pekerjaan kami. Hanya ada bantuan dari tuan Yamamoto direktur General Affair yang setelah pulang ke Jepang menjadi anggota Majelis Tinggi. Dialah yang pernah memberi bantuan secara sembunyi- sembunyi dari belakang berupa mesiu kepunyaan tambang batu bara Bajah. Mencari buruh semula merupakan hal yang sulit pula. Karena adanya kepercayaan penduduk yang tidak bisa dimengerti. Apalagi daerah Neyama merupakan daerah sarang malaria. Karena itu melalui Kepala Desa harus dapat ditegaskan kemauan kita untuk membangun Neyama. Setelah itu sedikit demi sedikit mulai berdatangan tenaga buruh dan pekerjaan kelihatannya bertambah ada kemajuan. Orang pusat di Jakarta yang dulunya mentertawakan lama kelamaan menjadi diam dengan sendirinya. Sebaliknya kami bertambah sibuk menambah pondok tempat membagi distribusi makanan kepada buruh. Pekerjaan yang mulanya menggali parit sekarang diganti dengan membuat terowongan. Karena sudah mendapat pinjaman mesin rock drill dan tenaga bantuan seorang insinyur sipil berpangkat kapten. Sebenarnya pembuatan terowongan sudah lama dipikirkan tuan Residen. Tapi karena peralatan tidak ada begitu pula tenaga insinyur maksud tersebut ditangguhkan dulu. Mulai saat itu pekerjaan sudah dapat dikatakan lancar dan sudah merupakan pekerjaan kontruksi yang sebenarnya. Meskipun disana sini masih harus bertarung dengan gumpalan gamping yang merupakan pekerjaan berat. Untuk menghilangkan asap akibat ledakan dinamit dibuat secara berselang-seling lobang yang berdiri tegak lurus. Menurut arah letak lobang tersebut dibuatkan gangsiran dengan dinamit sambil mengawasi arah Utara dan Selatan. Sungguhpun demikian sering juga terjadi kesalahan arah, sehingga seperti jalan ular. Karena itu harus diadakan perbaikan disana-sini. Dengan cara bekerja demikian, pekerjaan dapat diselesaikan selama satu tahun sampai ke arah Laut Selatan. Setelah pekerjaan dapat diselesaikan semua orang berteriak teriak kegirangan, perasaan semuanya menjadi lega. Pernah terjadi pada saat pertengahan pekerjaan terjadi kekurangan dinamit. Menurut keterangan penduduk di dalam rawa-rawa banyak bom dibuang Belanda, sewaktu mereka lari. Setelah diselidiki ternyata memang banyak. Karena dinamit ini pula pernah terjadi peristiwa yang menyedihkan. Yaitu pada suatu hari tuan Morioka sedang memasang dinamit didalam lobang batu seperti biasanya. Anehnya setelah ditunggu beberapa detik dinamit belum meledak. Karena itu ia ingin melihat apa penyebabnya dinamit tidak meledak. Meskipun ia membawa kayu panjang tapi tidak digunakannya, malah ia ingin melihat dari dekat. Tiba tiba setelah tuan Morioka mendekat, dinamit meledak. Tubuhnya terpelanting dan menderita luka berat. Langsung dibawa kerumah sakit Tulungagung, tapi sebelum naik kendaraan tuan Morioka telah meninggal dunia. Tuan Morimoto dan tuan Toita membawa Jenazah tuan Morioka ke Kediri dengan kendaraan secara tergesa gesa, tuan Residen dan tuan Tokunaga turut naik kendaraan. Sambil mencucurkan air mata tuan Residen mengatakan bahwa ia sangat menyesalkan kejadian ini, ia merasa bahwa dialah yang membunuh tuan Morioka. Sebelum terowongan Neyama selesai seluruhnya tuan Kihara dipindahkan tugasnya sebagai Residen di Periangan. Setelah Neyama selesai dibangun diadakan upacara pembukaan oleh tuan K.Yoshie Residen Kediri yang baru. Pada upacara pembukaan diantaranya diundang Panglima Tertinggi Letjen Harada dan Panglima pasukan VII tuan Dohihara yang kebetulan pada waktu itu sedang mengadakan inspeksi ke pulau Jawa. Tuan Ohtsuka juga hadir, sengaja datang dari Bandung yang pada tahun 1943 pindah dari Kediri.

Pada kesempatan itu Jendral Dohihara mengatakan sebagai berkut: “Ini adalah administrasi yang sesungguhnya di masa perang”. Pada saat itu juga hadir perwakilan administratur militer, kepala pasukan, kepala biro pengangkutan angkatan darat daerah Jawa Timur, wakil dari Sultan Jogja, Sunan Solo, Mangkunegara dan semua Residen. Pembukaan dilakukan pada tanggal 31 Agustus 1944 jam 11.00 siang. Untuk menghargai jasa tuan Kihara didatangkan satu pasukan khusus disertai barisan Yamada dari Kediri yang menyumbangkan sebuah lagu berjudul Neyama yang diciptakan mereka sendiri. Irama lagu tersebut seolah-olah kedengarannya mewakili perasaan mereka yang pernah bekerja untuk pembangunan Neyama”.

Adalagi cerita dari tuan Yokoi, pada tahun 1944 ia dipindahkan dari pabrik gula Taiwan di Cokro tur Surakarta ke pabrik gula Mojopanggung Kediri dekat Tulungagung tidak jauh dari Neyama.

“Selama dilakukan pekerjaan konstruksi Neyama, bila ada kerusakan pada mesin rock drill kamilah yang melakukan perbaikannya. Sesungguhnya keadaan mesin sudah tidak karuan, walaupun demikian kami selalu berusaha memperbaiki dengan sebaik-baiknya. Kadangkala setelah diperbaiki sesampai di Neyama dikembalikan lagi karena rusak. Perasaan kami seakan mau menangis. Tapi kami sadar betapa pentingnya tenaga mesin rongsokan itu bagi para pekerja yang sedang mati-matian membangun terowongan Neyama”.

Pada tahun 1979, Isozaki pernah berkunjung ke Indonesia. Dalam kesempatan itu tak lupa Ia singgah ke Campur Darat karena ingin melihat terowongan Neyama. Disana Ia bertemu dengan salah seorang teknisi Indonesia, yang sedang mengadakan pengeboran. Isozaki sedikit bercakap-cakap dengan teknisi itu dan ia mengatakan, “Terowongan ini dibuat pada waktu perang dunia II yang kemudian tersumbat pasir. Setelah perang, sebagai proyek pampasan perang, diperbaharui oleh teknisi Jepang menjadi lebih besar dan baru, yang selesai pada bulan Maret 1961. Itulah yang merupakan terowongan itu sekarang. Tetapi masih timbul beberapa kekurangan yang sekarang pemeriksaan dan perbaikannya ditangani oleh kami, teknisi Indonesia”.

Perlu diketahui bahwa (1) Terowongan di Keresiden Kediri yang dibangun pada jaman perang, pembangunannya dimulai pada bulan Februari 1943 dan selesai pada bulan Juli 1944. Panjang saluran air dari Campur darat sampai jalan masuk terowongan lebih kurang 4 km, sedangkan garis tengah terowongan lebih kurang 2 km dan panjang terowongan 800 meter; (2) Setelah perang, sebagai proyek pampasan perang, dilaksanakan pembangunan oleh P.T. Kashima Kensetsu dengan bimbingan pembangunan dari P.T. Nihon Koei yang dimulai dari bulan Oktober 1959 dan selesai pada bulan Mei 1961 dengan garis tengah terowongan 7 meter dan panjang lebih kurang 950 meter; (3) Secara resmi nama terowongan itu sekarang adalah Terowongan Tulungagung Selatan; dan (4) Pembangunan terowongan pada jaman perang itu, merupakan hal yang terjadi 40 tahun yang lalu, sehingga data-data pada pihak Jepang hampir tidak ada. Namun di tempat kejadian masih ada kemungkinan banyak yang tahu tentang pembangunan terowongan pada waktu itu. Oleh karena itu terutama bagi yang tertarik, diharapkan melaksanakan penyelidikan. Sebenarnya pada tanggal 31 Juli 1979, Isozaki mengunjungi Mas Sudiro, yang tinggal di jalan Ronggowasito Kediri. Menurut cerita beliau, ketika pembangunan terowongan Neyama, beliau menjabat kepala desa Gurah, yang pada waktu pembangunan itu telah mengirim sekitar 500 orang warga desa.

Demikianlah, riwayat asal usul pembangunan terowongan Neyama yang diceritakan sendiri oleh orang Jepang yang terlibat langsung dalam pembangunannya. Semoga tulisan yang saya angkat dari karya Isozaki ini, berguna bagi mereka yang ingin mengetahui pembangunan Neyama yang sesungguhnya versi orang Jepang.

Pondoh Hijau Indah, 20 Maret 2023

 

(Sumber: google.com)

(Sumber: google.com)

]]>
DPBJ Melahirkan Guru Besar Pertamanya https://jepang.upi.edu/dpbj-melahirkan-guru-besar-pertamanya/ Sun, 28 Nov 2021 00:51:23 +0000 http://jepang.upi.edu/?p=7885

Di bulan Nopember 2021 DPBJ mendapat berita menggembirakan yaitu salah satu dosen DPBJ, Bapak Dr.Dedi Sutedi,M.Ed,MA menerima secara resmi SK pengangkatan jabatan akademik Guru Besar/Profesor terhitung mulai tanggal 1 Juli 2021. Momen ini merupakan pertama kalinya bagi Departemen Pendidikan Bahasa Jepang memiliki guru besar di saat menjelang usia 60 tahun sebagai prodi Pendidikan Bahasa Jepang. Bersama dengan terbitnya SK pengangkatan maka secara resmi pula Prof.Dr.Dedi Sutedi,M.Ed,M.A menjadi guru besar dalam bidang linguistik bahasa Jepang. Acara penyerahan SK secara langsung diserahkan oleh Rektor UPI dan dihadiri pula oleh jajaran rektorat beserta dekan FPBS. 

Prof.Dr.Dedi Sutedi,M.Pd,M.A tercatat telah melahirkan berbagai karya di bidang linguistik maupun pengajaran bahasa Jepang. Karya-karyanya antara lain adalah buku Dasar-dasar Linguistik Bahasa Jepang, Pengantar Linguistik Kognitif Bahasa Jepang, Pengantar Penelitian Bahasa Jepang, Verba Bahasa Jepang, dan sebagainya. Beliaupun sangat aktif dalam berbagai publikasi pada jurnal dan menjadi nara sumber di berbagai forum ilmiah di banyak lembaga. Bagi DPBJ tentunya momen ini mengukir sejarah prodi dan dapat menjadi motivasi bagi dosen lainnya dan akademisi di bidang Pendidikan Bahasa Jepang secara umum. Ketua DPBJ berharap di tahun-tahun dekat ini akan muncul guru besar-guru besar baru yang akan menambah harum nama Lembaga.

]]>
Ahmad Sensei Berbagi Pengalaman Menulis Naskah Pidato Berbahasa Jepang https://jepang.upi.edu/ahmad-sensei-berbagi-pengalaman-menulis-naskah-pidato-berbahasa-jepang/ Thu, 24 Dec 2020 09:51:49 +0000 http://jepang.upi.edu/?p=7205 Minasan, konnichiwa!

Admin menerima kembali tulisan yang begitu menggugah dan menyemangati untuk belajar bahasa Jepang lebih giat dari Ahmad Dahidi Sensei, salah seorang staf dosen DPBJ UPI. Disini, Ahmad Sensei berbagi pengalaman saat beliau kuliah di Hiroshima University lalu tampil dalam lomba pidato berbahasa Jepang. Menarik sekali mengenai paparan beliau terkait pengalamannya mandi di pemandian umum di Jepang. Bagi yang ingin mengikuti lomba pidato atau bahkan memenangkannya, simak tulisan beliau di bawah ini yuk!

KEKUATAN MATRA “YES I TRY!” DALAM SAKUBUN

By Ahmad Dahidi

PENGANTAR

Bagi saya, setiap muncul ada keinginan terhadap sesuatu hal yang baru, apalagi baik dan menarik, maka salah satu upayanya adalah dibacakan sebuah mantra “Yes, I Try”. Lalu mantra tersebut ditanamkan dalam jiwa dan dijadikan wirid setiap saat agar api semangat untuk meraih sesuatu itu tidak mudah padam. Genderang perang yang diciptakan dalam diri sendiri itu sangatlah penting sebab dengan demikian energi dari magma bathiniah diri kita akan selalu meletup menggerakkan tangan dan kaki, juga perasaan dalam jiwa agar kita melangkah ke depan. Letupan letupan halus, bahkan bisa jadi semangat menggelegar lepas landas bagaikan peribahasa Sunda “siga kuda leupas ti kedogan” ( Ind: merasa bebas). Semangat melesat menjelajahi angkasa harapan, menukik bermanuver menggali jiwa jiwa yang tertidur supaya bangun. Kalau suasana hati sudah demikian, maka muncul semangat membaca buku, mencari sumber rujukan, tangan bergerak mencari alat tulis atau komputer dinyalakan untuk menulis sesuatu.

Tulisan ini tergerak berkat adanya sejumlah pertanyaan dari mahasiswa saya yang sedang mengontrak mata kuliah Sakubun. Perlu saya jelaskan beberapa minggu yang lalu, saya telah menerima sejumlah pertanyaan dari mahasiswa kelas 3A & 3B yang berkaitan dengan sakubun. Secara garis besar, ada dua jenis pertanyaan yang mereka lontarkan, yaitu mahasiwa yang menyatakan kesulitan pada tataran kebahasaan (seperti kesulitan pemakaian kosakata, gramatika) dan mahasiswa yang kesulitan non kebahasaan seperti kesulitan menemukan ide, stuktur karangan, pengembangan gagasan, menulis sakubun yang menarik, dll.

Berikut ini adalah beberapa pertanyaan non kebahasaan dari kelas 3A & 3B yang saya maksud.

  1. 3B: ingin bertanya sakubun yang bagus itu seperti apa dan bagaimana urutan (seperti awalan, isi, dan lain-lain) atau cara membuat sakubun?
  2. 3B: Sensei saya mau bertanya, bagaimana cara membuat alur dan susunan kalimat yang rapi, simple tetapi menarik untuk dibaca?
  3. 3B: Saya sering kesulitan dalam pemilihan bunpou yang tepat dan juga saya selalu bingung untuk menulis apa saja hal yang harus ditulis yang berkaitan dengan tema. Bagaimana caranya agar dapat mengatasi hal itu sensei?
  4. 3B: izin bertanya, bagaimana caranya mengakhiri karangan dengan bagus pak?
  5. 3B: kesulitan saya adalah ketika membuat kalimatnya sensei. Saya masih suka bingung urutan kalimatnya,karena saya sampai sekarang masih mentranslate kan langsung dari bahasa indonesia ke bahasa jepang,padahal hal itu tidak bisa dilakukan. Mungkin karena saya belum terlalu paham dengan pola kalimatnya jadi saya kesulitan ketika ingin membuat suatu karangan. Saya ingin bisa sakubun yang saya buat jadi enak untuk dibacanya. Terkadang saya merasa selalu kurang jika dibandingkan teman teman saya yang lain,karena mereka banyak yang sudah bisa membuat sebuah kalimat dalam bahasa Jepang dengan baik. Tetapi saya bingung harus mulai belajar darimana sensei. Apakah ada sebuah cara atau cara latihan yang tepat untuk melatih membuat kalimat dalam bahasa Jepang sensei?
  6. 3A: Sensei, Bagaimana caranya agar Saya tidak bingung ketika akan membuat sakubun? karena sering Saya mempunyai gambaran mengenai apa yang ingin dituliskan, tetapi bingung dengan kalimat yang akan digunakan untuk menyampaikan pemikiran Saya.
  7. 3A: sensei, saya ingin bertanya, dalam sakubun itu banyak temanya kadang-kadang saya kesulitan membuat karangan sampai ada beberapa kalimat yang tidak nyambung sesuai tema , jadi bagaimana cara mambuat karangan sesuai temanya dengan baik?soalnya terkadang susah untuk membayangkan apa yang harus ditulis.
  8. 3A: Sensei izin bertanya, dalam membuat sakubun apa yang harus dilakukan agar tidak kehabisa ide saat menulis, lalu sebenarnya apakah kata yang dipilih dalam membuat sakubun lebih baik yang sederhana atau lebih baik yang sedikit lebih berbobot?
  9. 3A: Untuk pertemuan ini saya ingin bertanya mengenai bentuk kerangka dalam sebuah karangan bahasa jepang. Apakah kurang lebih kerangkanya sama seperti kerangka karangan dalam bahasa indonesia? atau mungkin ada beberapa hal khusus dalam karangan bahasa jepang?
  10. 3A: kesulitan saya saat menulis sakubun yaitu mencari ide atau topik utamanya dalam menulis karangannya sensei.

Untuk menjawab kesepuluh pertanyaan tersebut, ada baiknya kita cermati model karangan di bawah ini. Perlu dijelaskan bahwa model karangan yang dilampirkan di bawah ini merupakan karangan saya untuk kepentingan lomba pidato bahasa Jepang bagi orang asing di Hiroshima tahun 1983.

ALUR/KERANGKA KARANGAN

 

銭湯で習う日本語

By Ahmad Dahidi

 

Diawali dengan sebuah pertanyaan kepada hadirin, tujuannya untuk mengundang kepenasaran mereka dan menjalin komunikasi awal dengan audience.

みんなさんは日本の生活をはじめたばかりの外国人が一人で銭湯に出かけたらどんなことが起こると思いますか。

Lalu, saya ceritakan hasil pengamatan saya di hari petama pergi ke sento: dari tampilan depan sento, pintunya, dan suasana di dalam sento

下宿に引っ越した最初の日でした。私はとうとう一人で銭湯に出かけることになりました。「男」と書いてあるドアをあけて勇気を出して中へ入りました。でも、何から始めればいいのか分かりません。私は隅に立って、しばらく他の人の様子を観察していました。

Hasil pengamatan saya di dalam sento dan tingkah laku saya akibat bertatapan dengan penjaga sento/ Penjaga sento seorang perempuan kita kira berumur 60 tahun dan cucunya kira  kira berumur 20 tahun.

不思議なことに私がジーッと見ているのにみんな平気で裸になって風呂場へ入っていきます。「よし、恥ずかしいと言っても、男同士だ」、そう思って、私も洋服を脱ぐことにしました。はじめて人の前で裸になる時の気持ち、分かりますか。ふと、番台のおばさんと目が会いました。すると、おばさんはにっこりと笑ったのです。私は思わず、顔がカット熱くなって、クルリと壁のほうを向いてしまいました。緊張して指は動かないし、ボタンを外すのにとても時間がかかりました。

Kebingungan saya ketika harus memulai mandi di sento, hasil pengamatan saya ketika melihat orang orang Jepang di dalam sento, dan  perasaan saya ketika sudah “nyemplung” ke air panas.

風呂場には入りましたが、どこに座ったらいいかわかりません。初めての不思議な世界の中で私の頭はすっかり混乱して、ごちゃごちゃになってしまいました。やっと、隅のほうに座って、周りを見ると、ひげをそる人、体を洗う人、頭を洗う人、湯船の中にいる人、みんながチラッチラッと私を見ているような気がして、体がコチンコチンでした。ちょうど、その時、そばにいたおじいさんが湯船に入りました。私もつづいてザブンとお湯の中に飛び込みました。その瞬間、体中の皮膚がひりひりして、羽をむしられた鶏のようになりました。

Terjadi kesalahpahaman karena ada tingkah laku saya yang tidak sesuai dengan norma mandi di sento dan disinilah mulai mendengar dialek Hiroshima.

とうとう、30秒も我慢ができないで、私は湯船から飛び出してしまいましたが、しばらくは目の前に黄色の星やうずまき模様ばかりがぐるぐる回っていました。少し、休んでから、体を洗うことにしました。タオルにせっけんをつけてこすると、面白いように泡がたちます。私は体全体に満遍なく泡をつけました。さあ、このぐらいでいいだろう。もう一度挑戦です。今度は落ち着いてゆっくり入るつもりで湯船に足をかけた時です。「体をあろうて、はいらにゃあ!」、泡だらけの私の体を誰かがぐいっと引っ張りました。「にゃあ」という声だけが聞こえて、全然意味は分かりませんでしたが、その雰囲気から、せっけんをつけたまま、お湯に入ってはいけないことに気がつきました。しかし、とにかく、私は生きて下宿へ帰ることができました。

Deskripsi kesalahpahaman dialek Hiroshima yang saya dengar dengan pengetahuan bahasa Jepang yang saya pahami. Terjadi kesalahpahaman dan kayanya menarik & lucu sekali sehingga hadirin tertawa semuanya. Info seperti ini penting karena hadirin datang untuk menyaksikan kegiatan ini, tentunya dalamrangka menghibur diri, dan ingin mengetahui keseharian sepak terjang orang orang asing menjalani kehidupan selama di Jepang.

ところで、銭湯で話されている言葉は不思議な言葉でした。銭湯で、初めて他の人と話した時のことです。私は頭を洗おうとしていたら、「あんたあ、なんぼうね」と聞かれました。「ええ!なんぼう?」、その時、私はちょうどシャンプーを持っていたので、「ああ、200円です。」と答えました。その人は大声で笑い出しました。

はじめのころは「~のう」とか「~にゃあ」とか「じゃけん」と言った音ばかり聞こえました。その頃、私の知っていた日本語では「のう」は「のうみそ」、「にゃあ」は猫の鳴き声でした。「じゃけん」は「じゃんけん」のように聞こえました。しかし、大人の日本人が毎日銭湯で、「脳みそ」や「猫」や「じゃんけん」の話ばかりするはずがありません。また、ある時は、突然、「馬が合うのう」という声が聞こえたので、二頭の馬が出会う話かと思いました。

Hasil pengamatan/observasi. Diketahui cara orang Jepang berkomunikasi dan saya praktekkan kepada orang Jepang tempat saya kos, ternyata peniruan dialek Hiroshima yang saya temukan itu dinilai tidak baik/tidak sopan oleh bapak kos.

今ではある程度、それらが広島弁であることも、「馬が合う」は気が合うという意味であることもみんな分かるようになりました。

銭湯の言葉にも少し慣れてきたころ、私は一つの発見をしました。それはお風呂で、話す時、大体人々がほとんど私の顔を見ないこと、そして、「はい」という言葉を使わないということでした。その代わりに、「ううん、ううん」というのです。この大発見でもっと日本人らしく話せるぞ、と思ったら嬉しくなりました。ルンルン気分で、大家さんのところに行って、さっそくためしてみました。しかし、はじめはニコニコしていた大家さんの顔がだんだん真面目になりました。奥さんが後ろの方でクスックスッと笑っています。大家さんはとうとう我慢ができなくなって、「アハマッドさん、ちゃんと『はい』と言ってください」。

Hasil pengamatan dan simpulan serta tekad saya terhadap bahasa Jepang.

今ではお風呂に行くと、うちに帰った時のように安心した気持ちになります。仕事や生活、また、国籍が違っても、そこではみんな同じ一人の人間です。温かいお湯の中で、一日の疲れを忘れ、普段の言葉で語り会うことができます。その言葉にはいつもは洋服の中に隠されている日本の人々の裸の心ももっとよく感じることができます。

はじめて、裸になった時の不安で、いたいような気持ち、あの恥ずかしい気持ち、あの頃は私自身も私の心にやっぱり目に見えない洋服を何枚も着せていたのかもしれません。銭湯は私に心の洋服を脱ぐことを教えてくれました。この何年間、私は日本の人々との出会いから始まり、生活感の違いに戸惑いながらも、次第に民衆の生活そのものを深く知ってゆく中で、結局は泣いたり、怒ったり、笑ったりしているこの人々が懸命に生きていることがわかるようになりました。今では、初めての人に私は気軽に声がかけられるようになりました。銭湯で、背中を流し合いながら、誰とでも飾り気のない心で話し会うことができるようになりました。これからももっと日本語を勉強していきたいと思います。


 Kalau dicermati ada beberapa bagian yang menjadi pertimbangan saya ketika menulis karangan di atas.

  1. Keterlibatan fakta yang dirasakan panca indra baik melalui mata, telinga, rasa, dan pengalaman riil merupakan fakta yang cukup menarik untuk diungkap dalam sebuah karangan.
  2. Karena karangan ini untuk kepentingan lomba pidato, artinya teknik komunikasi dengan khalayak perlu diperhatikan betul. Jangan ada kesan menggurui audience, namun perlu dipertimbangkan seolah olah terjadi komunikasi tiktok antara kita dengan audience. Suasana tiktok yang saya ciptakan, misalnya diawali dengan sebuah pertanyaan kepada para audience. Pertanyaan tersebut penting guna menimbulkan rasa kepenasaran atau keingintahuan audience terhadap episode kita selanjutnya.
  3. Yang lebih penting lagi harus ada temuan walaupun sederhana. Misalnya saya menemukan dua hal ketika di sento berkomunikasi dengan orang orang Jepang, yaitu (1) hampir semuanya mereka bicara dengan saya tidak memandang mata; (2) jarang ditemukan jawaban “Hai:, tapi kebanyakan “Un”. Kaitannya dengan temuan pertama, saya baru mengetahui kemudian masalah icontalk orang Jepang itu, memang berbeda dengan orang kita (baca: orang Indonesia), dan jawaban “un” itu ternyata jawaban yang tidak sopan kalau digunakan kepada lawan bicara yang perlu kita hormati atau kepada para orangtua. Tampaknya jawaban “Un” itu sepadan dengan jawaban “Heueuh” dalam bahasa Sunda.
  4. Sebagai simpulan dalam karangan itu diperlukan opini atau pendapat kita terhadap topik yang kita bahas.

PENUTUP

Demikian informasi pengalaman riil yang saya alami dan saya rasakan ketika menulis karangan di atas. Jangan lupa kobarkan semangat dengan wirid “Ye, I Try!” agar energi dalam diri kita tidak mudah padam, insya Allah ujung ujungnya akan melahirkan sebuah karangan yang baik, sukses dan bisa meraih kemenangan sesuai dengan harapan dan tujuan awal karangan itu ditulis. Sebagai bukti bahwa karangan di atas bisa mengantarkan saya meraih kesuksesan (maaf: bukan sombong ya. Heee.heeee.) itu bisa di lihat di https://www.youtube.com/watch?v=KNmGeoKfx2M. Selamat menikmati dan semoga bermanfaat.

Lembah Perenungan, 22 Oktober 2020

Tambahan:

Supaya bisa lebih merasakan bagaimana “hiruk pikuknya” perasaan saya ketika mandi di Sento, bisa dilihat juga link berikut.

https://www.youtube.com/watch?v=w2MZ5tDy5t0

https://www.youtube.com/watch?v=iUbkGZKL6MA

https://www.youtube.com/watch?v=BIpo7TdqdO4

https://livejapan.com/id/article-a0000327/#:~:text=Perbedaan%20Onsen%20dan%20Sento,panasnya%20bersumber%20dari%20dalam%20tanah.

 

 

 

]]>
Ahmad Sensei Memotret Aktivitas Mahasiswa DPBJ Menghadapi Pandemik Korona https://jepang.upi.edu/ahmad-sensei-memotret-aktivitas-mahasiswa-dpbj-menghadapi-pandemik-korona/ Thu, 24 Dec 2020 09:13:22 +0000 http://jepang.upi.edu/?p=7202 Minasan, Konnichiwa!

Berikut, tulisan berbahasa Jepang Ahmad Dahidi Sensei, salah satu staf Dosen Departemen Pendidikan Bahasa Jepang UPI yang beliau tulis pada tanggal 9 September 2020. Ahmad Sensei yang mengajar mata kuliah Sakubun di tingkat 1 dan 2, memaparkan bagaimana mahasiswa DPBJ yang mengikuti perkuliahan dari rumah dan beraktivitas dalam kesehariannya menghadapi masa pandemik Covid19 ini, disertai dengan tulisan para mahasiswa yang menyuarakan keluh kesahnya, sikap positifnya dan lain-lain sebagainya dalam menghadapi kuliah daring ini dalam bahasa Jepang. Tidak berpanjang kata, selamat menyimak!

2020年9月9日(水)

COVID 19パンデミック禍中の学生の活動と生活ぶり

By Ahmad Dahidi

はじめに

Bangun tidur, tidur lagi(起きて、また寝て)
Bangun lagi, tidur lagi
(再び起きて、また寝て)
Bangun, tidur lagi
(起きて、また寝て)

Bangun tidur, tidur lagi(起きて、また寝て)
Bangun lagi, tidur lagi
再び起きて、また寝て)
Bangun, tidur lagi
起きて、また寝て)

Habis bangun terus mandi(起きてから、水を浴びて)
Jangan lupa senam pagi
(朝の体操忘れずに)
Kalau lupa, tidur lagi
(忘れたら、また寝て)

Bangun tidur, tidur lagi(起きて、また寝て)
Bangun lagi, tidur lagi
(再び起きて、また寝て)
Bangun, tidur lagi
(起きて、また寝て)

Bangun tidur, tidur lagi(起きて、また寝て)
Bangun lagi, tidur lagi
(再び起きて、また寝て)
Bangun, tidur lagi
(起きて、また寝て)

Habis bangun terus mandi(起きてから、水を浴びて)
Jangan lupa senam pagi
(朝の体操忘れずに)
Kalau lupa,…
dst.(忘れたら

上記の歌詞(原文:インドネシア語;日本語訳:筆者)はBangun TidurというUrip Achmad Rijanto (彼は Mbah Surip として有名です)。が作曲や作詞されたもので、本の一部です。この歌はシンプルで面白いと言われています。実は、そうでもなさそうです。非常に人生の歩みという意味では深い意味を持っている歌だと思います。この歌の面白さはbangun とtidur、この二つの動詞は何回も出ています。例えば、 Bangun tidur, tidur lagi, Bangun lagi, tidur lagi, Bangun… tidur lagiの節はEko Budi Santoso 氏が次のように解釈しています。「この歌詞の節では、人間の人生は回転し続けていると思う。睡眠は、思考することに頭を失い、何かをすることは間違いと間違いに満ちている人間のようなものである。安定していて、人間の生命の輪は目覚めと眠りの間で回転し続ける。私がそれを解釈すると、ジギのアムネシアという曲に似ていると思う。それは「朝の信仰、夜は信じるのを忘れる」なのです。(原文:インドネシア語;日本語訳:筆者)。この解釈はそのとおりだと思います。bangun やtidurというインドネシア語の動詞の意味には比喩的な意味を持っています。辞書的な意味bangunには7つの意味を持っており、その中の一つはmulai sadar (insaf) akan nasibnya(運命を理解し始めること)。 例:bangsa terjajah mulai bangun menuntut kemerdekaannya; (植民地国家はその独立を要求して目覚め始めた。); kaum buruh mulai bangun menuntut perbaikan nasib 。また、Tidurも同じ比喩的な意味を持っていると思います。

さて、bangunは日本語では「起きる」ですが、「tidur」は「寝る」という意味です。

この二つの活動は日常生活には切り離せない存在であり、だれもが行われる継続的な活動の習慣でもあります。地球上の人々はきっとやっていますが、「起きる」時間から「寝る」時間との活動にかけては、いろいろだと思います。勉強する人もいますし、勉強しない人もいます。朝ご飯なしで大学へ行く人もいますし、そうではない人もいます。とにかく、人々の活動の流れとその中身は同じところもありますし、違うところが多いということです。

以前の報告書の「海外だより<コロナ禍に向き合う>「インドネシア(バンドン)の現場から」の欄のところ、「 新しい時代とその生活ぶり<授業の流れとその喜びと悲しみを中心にして>というタイトルを書いてみました。その中身は特に去年、担当した「作文」授業の学生が書いた作文の宿題を一部紹介しました。また、オンライン授業に対する学生(インドネシア人と日本人学生)の声をも紹介しました、詳しいことは(http://www.acras.jp/?p=10332(追加を含む。追加には「作文から見た学生の夢」というタイトル)をご覧ください。

それと関連にして、我が大学の日本語教育学科の学生の気持ち、特にパンデミ禍のせい、家での滞在中(起きてから、寝るまでの活動)とその生活ぶりの状況を紹介してみたいと思います。

学生の一日の活動とその生活ぶり

9月1日はインドネシアの大学では教育分野には歴史的な日なのです。それが新学期の始まりなのです。大学の新学期といえば、授業の始まりや新入生の最初の対面、入っている学生にとってはまた新しい科目を取らなければなりません。とにかく、なんでも新しい生活に入っているような気がします。この気分は日本の大学の新学期の四月と同じ現象でしょう。

私は今学期、4つ科目を担当しています。その一つは「作文」です。学生はどちらかというと、はじめて対面なので、また直接会えないという状況で、「自己紹介」という作文のトピックを練習として出しました。二年生には日本語で、一年生にはインドネシア語で作文を書かせました。その練習の中身はまず、自分の名前、パンデミの間の生活とその活動を書くことです。

学生数は全部、A組み27名、B組みは25名で、みんなが一年間勉強しました。現在、彼らは3学期に入っています。また、一年生のIAクラスの学生数は27名です。ここで、紹介された学生の作文は一年生と二年生の一部です。基本的には、二年生の学生が書いた作文をそのまま引用し、学生の文章でタイプミスや必要以上だけ直しました。一年生にはインドネシア語で書いてもらって、日本語訳は筆者です。その結果は次のとおりです。

1.Khoirunnisa Fathia

こんにちは。私は Khoirunnisa Fathia です。FathiaかNisaと 呼んでください。私の 毎日について書いてみたいと思います。

私は毎朝 5時半に 起きます。そして 祈りをします。講義 活動が あれば、祈りの 後で 授業の準備をします。でも、講義 活動が ないので、祈りの後で 眠りに もどります。また、8時に起きます。それから 母が 料理するのを 手伝いして、掃除をします。家事は通常 12時に終わります。そして、暇です。実際には 暇な時に たくさんのことをしたいです。でも 結局の ゴロゴロします。だから 後悔です。少なくとも 毎日 復習をします。私の日本語は あまり上手ではないので、たくさん勉強するひつようがあります。一日に 2-4時間 ぐらい 勉強します。文法と漢字をもっと勉強しました。しかし、それだけではありません。私はたくさんのことをする時もあります。

パンデミックは いくつかの活動を オンラインで 行っています。例、私は 2つの コミュニティ活動にさんかしました。私達は オンラインに 会議を実行しました。私も 一週間に5日 運動しています。また 復習の後、 歴史物語を読みます。文学が好きだから、時々物語や詩も書きます。最近 私は いくつかの映画を見ます。3-4回ぐらい映画を見ます。時々もっと見ることもあります。だから 私は よく 夜遅く寝ます。最も遅く寝るのは午前3時ごろです。それから 私は いつもの ように 起きます。多分それが 私が しばしば たいだなきもち(怠けの気持ち)に なる理由です。私は それが良くないことを知っています。くりかえさないようにしています。でも、難しいです。以上です。

2.Nisa Weza Azahra

私の名前はニサ・エルザ・アッザーラーです。UPIの日本語学科の2年生B組です。新型コロナウイルスによる数月前から私は家で活動しています。お家の時間が多くなります。私の毎日も少なくとも変っています。2学期の時はあまり変わっていないと思います。月曜日から木曜日まで授業を受けましたが、普通と違ってオンライン授業です。最初は慣れなくて大変でした。宿題も多くなって、ほとんどの時間は宿題をやることにしました。そして、暇な時、ゲームをしました。日本のゲームなので、勉強にもなると思います。そのゲームは2年前からずっとやっています。ゲームで漢字とか単語とか分からない部分があります。それを調べて勉強になります。2学期はこのくらいと思います。

そして、大学の休みが来ました。授業がなくなったから、時間がもっと多くなりました。時間が多いあまり、何をすればいいのか悩んでゴロゴロして退屈になりました。そして、シミュレションゲームをして、夢中になって、長時間過ごしてしまいました。ずっと家にいますから、自分で料理することが多くなりました。色々な料理をするのは案外と楽しいです。学校の休みの日にゲームをしたり、ご飯をたべたり、ゴロゴロしたり、掃除したり、料理したり、寝たりしました。その日々を続けるうちに、日本語を少しずつ忘れてしまうことに気がついました。「駄目だ。日本語を勉強しないと!」と思いました。大学の休みですから、別の方法で勉強したかった私は「ゲームはどうかな、楽しいし、日本のゲームなら勉強にもなるし、やってみる」と思って、日本のシムレションゲームを探して、ゲームをして、また夢中になって、長時間過ごしました。ゲームの字幕を読みながら、会話を聞きました。分からない部分があったら、調べました。すごく楽しかったです。そして、少なくとも日本語を勉強しました。でも、私はまだまだです。改めて自覚している私は13日前N3の勉強を始めました。今までも続けています。これからも勉強を続けているつもりです。それはコロナウイルスの間の私の毎日です。新学期も始まりました。私はもっと頑張らなければなりません。

  1. Putri Yasmin

おはようございます。初めまして、私の名前はプトリ・ヤスミン・サルサビルです。ヤスミンと呼んでください。私はテガルに住んでいます。私は日本語の学生です。今私は19歳です。私はUPIの学生です。コロナウイルスだから大学へ行きません。私は3月から12月までずっとテガルにいます。

コロナウイルスあったので、私は頻繁に家がいます。毎日、私は色々なしています。勉強しましたり、そうじしたり、あそびしたりしました。私は五時に起きしています。毎朝、私はジョギングをしています、そしてそうじしています。9時に私はシャワーを遊びしています。そして私は選択しています。私と母は料理を作っています。母は料理が上手です。

私はとても所在ないです。私はバンドンへ行きたいですそして大学へ行きます。テガルで私は母を助けています。母はオンラインで販売していますだから私は注文を届けています。毎晩、私あいつも勉強しています。私はN4に到達したいです。でも、コロナウイルスから今年はJLPTがありません。私はとても悲しいです。私は夜に友達と遊びます。私は喫茶店へ行きます。私と友達に一生に勉強します。テガルにコロナウイルスがありませんだから行くことができます。

私はコロナウイルスを終わらせたいですから大学へ行きたいです。私はオンラインの勉強は分かりませんと難しいです。私は家で勉強に集中できないです。とても難しいです。

4.Maulana Rizky

こんにちは。はじめまして私はマウラナリズキです。UPI の学生です。3B クラスにいます。よろしくおねがいします。

コロナウイルスパンデミックの間、たくさんのかつどうをしています。せいふが PSBB せいさくをじっししましたから私は家でしずかに多くのじかんをすごしました。 私はいえでべんきょうしたり、ゲムをしたりしました。私は週に一度運動をしました。しかしせいふは「New Normal」 せいさくをじっししました、だから私は時間を過ごす仕事を探しました。私はバンドンのカフェではたらきました。私はそのカフェで2ヶ月はたらいた。

はじめての仕事だったのでぎこちなかったです。しかし、私はこころみつずけますはじめての給料をもらってうれしかったです。その給料をつかって物を買いました。オンラインのクラス活動がはじまろうとしていたので、私はカフェではたらくをやめました。

すべての活動が適切に実行されるように、このパンデミックがまもなく終了することを願っています。

5.  Fathih Prawiranegara Nurjaman

今日はAhmad先生。
はい始めまして、私はFathih Prawiranegara Nurjamanです、2人の兄弟の最初です、妹は今中学生です。
本当はBandungに生まれましたんですけれどもお父さんは仕事があったから、今はKuninganの町、Jawa Baratに住んでいます、お父さんは中学の教師でした。
お母さんは主婦です。

私は一回失敗しました、大変です、でも今は頑張るしかないんだ、しなければならない、二度と同じの失敗繰り返さない。

私は小学校から病気があったんですが、原因は不思議でした、先生から遺伝性疾患と言われたんですけれども、上からや祖父や祖母などいません、治すの方法もまだ見つからないんです、血液を移しかならないのです。

パンデミック中でどんな仕事でもずっと家からしていた、あまり家から出ていませんですけれども、本当に必要物があったら出ています、忘れずにマスクをかけて、そして誰にも触る前と後は手を洗います。

色んな事が毎日やっています、例えば: お風呂入るとか、いやー普通は休みの日でやってませんけど(笑)、掃除するとか、新しい言葉を覚えるとか、音楽聞くとか、映画を見るとか、等々。

でも昨日は”TikTalk”と言う会議があった、それはですねFOSMAKUのプログラムの話して、INSTAGRAMで配信しての予定です、中みはポッドキャスト見たいなだと思う、プログラムはどんなことするのかって、この配信で説明する、先生も気になったらよかったら@fosmakuupiフォローしてください、えぇ私はMEDINFOの部分に参加しました、MEDINFOはINSTAGRAMとLINEの責任者です。

正直このパンデミック終わりたいな~、ずっと家で家につまらないんです、友達と会う方が楽しかった、先生たちと会う方が良かった、教室で勉強方が良かった。

と言うわけで、今の学期よろしくお願いします。^_^.

  1. Risti

おはようございます。

初めまして。私の名前はリスティマウリヂアーぺルマナ。リスティと読んでください。今私は19歳です。スバンですいんでいます。私は日本語の学生です。私はUPIで学生。

コロナウイルスはこきゅうきけいを攻撃するウイルス。旅行したいならマスクをかぶってください。コロナウイルスだから大学へ行きません。私は3月から12月まで家にいます。私たちはオンラインクラスでも勉強していました。

家ではどこにも行けません。私の日常活動は家の掃除したり妹に読むことを教えたり日本語の勉強しました。ときどき私はケーキを作りました。母と妹が「おいしい。』言いました。私はりょうりするの好きですから毎日家でりょうりしました。家にいる間私は日本ドラマを見るのは、日本語のことばや文法を聞きました。私は日本語の上手になりたいです。

毎日午後、私はスポーツがありました。自転車に乗ったり、バドミントンをしたり、ジョギングしたりました。げんじてんでは、からだのけんこうは重要です。

いま、私たちはオンラインクラスで勉強していました。じつは家にいる時、おもしろくなかったです。友達に会えない、友達とたべられない、一緒に散歩をできない。ああ、とても悲しい。でも、でも、私たちは祈らなければならない から このウイルスが消えるように。

  1. M. Rafly

はじめまるに、私の名前はムハッマド・ラフリー・アジジです。ラフリーと呼んでください。私はUPI の日本語の大学生です。コロナのパンデミックの時、私はバンドンにいました。でも、母と父は私に帰るを尋ねたから、私はデポクへ帰りました。

私はデポクにやることたくさんがありました。例えば、家を掃除したり、勉強したり、映画を見たり、コミックを読んだりしました。時々私は友達の家へ行きました。

友達の家にゲームを遊びました。楽しかったです。夜の時、私はいつも早く寝ました。

  1. Zulva Wicak Pambudi

はじめまして私の名前はズルファです。私は1年前から毎日コーヒーショップで働いています。私はコーヒーが大好きで、バリスタとして働くのが大好きです。

政府のかんこくにしたがうからコーヒーショップ1ヶ月閉まっていった。そして今、政府のけんこうきせいに従って店が再開しました。典型的な日には1日4人の従業員が働いていますが今は毎日1人の従業員しか働いていないため、だから私の収入がおおはばに減っています。店内でのしょうひよりも持ち帰り購入をゆうせんするため、店のじょうたいは静かで、購入者はほとんどいません。コロナウイルスパンデミックの前のてんけいてきな日に私たちは1日に40から50のグラスを売ることができました、しかし今は1日に20のグラス未満しかはんばできません。

したがって、私は収入をふやすためにもう一度仕事を見つけようしましたでもこのような状況で仕事を見つけることはとてもむずかしいです。良いニュースは、従業員が解雇されていないです、だから私はまだ少し収入があります。

仕事は別として、パンデミックの間の私の日常生活は、ほとんどがげしゅくで過ごしました。お金をせつするため料理することを学ぶ、ニュースを読んでゲームをして時間を過ごすために。PSBBで田舎へ帰りない。Eid fitrがバンドンの 私のいとこの家に3日間たいざいしに行きました。Eid Fitrの1か月後、ようやく田舎へ帰ることができました。家に来たら私は自分で掃除し、旅行中に身に着けていたすべての服を選択しますた。 

私は家のとき妹と一緒にサイクリングに行きました。いもうとはまだ小学校6年生 です、 彼女は本当にサイクリングが好きで毎日友達と一緒にサイクリングに行きます。でももざんねんながら長くく家にいられなかった私は仕事のためにバンドンに戻らなければなりません。

  1. Aulia Oktaviana

こんにちは。アウリア・オクタフィアナです。私はスムダン出身で十九歳です。今、コロナから、家で検疫をしなければなりません。私は一人でいることを楽しむタイプの人です。検疫にいることは私にとって大したことではありません。検疫の時家で色々なことをします。朝はレモンとお湯を作って飲む。体の解毒や気分をリフレッシュするのに最適です。体重を減らしたい方にもおすすめのドリンクです。私はモイというの名前の猫がいます。彼は私のペットですが私の上司のように振る舞います。彼が私が起きていることを知った後、彼は私に彼を養うように言った。私は食べる前でも。だから私がする二番目のことは私の猫に餌をやることです。その後か掃除します。私は掃除を楽しむ。汗だくになり、運動をしていたような気分になりました。特に散らかったところにいるとストレスになります。それを掃除することは私にとって必須です。最近ユチュブで料理の動画をたくさん見ているので、たまに料理しています。今まで私の一番おいしい作った食べ物はティラミスです。とてもおいしかったので、家族に売って大金をもらった。私はお金が好きです。掃除したら疲れたのでシャワーを浴びて食べる。空腹時に食べる、喉が渇いた時に飲む、眠くなる時に眠るは世界で最高の気持ち。その後、私のスマホを再生します。スマホでWebtoonをよんで、youtubeをみて、instagramを再生します。母はスマホで遊びすぎたと叱った。実際、私はスマホから多く学びました。私は行ったことのない場所を見て、会ったことがない人から学ぶことができます。私はまた、日本語能力を向上させるために日本の映画も見ています。検疫を楽しんでいますが、友達、遠くに住んでいる家族、先生にも会いたいです。検疫は私がそれらが非常に貴重であることを認識させました。彼らが健康を保つことを願っています。そして私はそれらをすぐに見たいと思います。

  1. Ayatti

こんにちは!私の名前はアヤッティジュズアンマムリアです。人々は私をジェアと呼んでいました。パンデミックのこの時期、私は多くのことをしませんでした。私の他の友人とは異なり、彼らはウェビナーに熱心に参加しています。私はただ家にいて、母親が家を掃除したり、皿洗いしたり、服を洗ったり、その他の家事を手伝ったりしました。Netflixで映画を見ることもあります。このパンデミックの最中も、私は着る服をどのように混ぜ合わせるかについて少し学びました。しかし、家での私のすべての活動は、大学の友人のホームシックに取って代わることはできません。このパンデミックがまもなく終了し、またお会いできることを願っています。

  1. Gina

こんにちは。私の名はギナ・イスナエニ・マルハマーです。ギナとよんでください。コロナヴァイルですから、三月から今日まで私は家にいます。家にはオンラインクラスがありました。いろいろな分からないことがあると思いました、先生に問えなかったからです。でも、先学期のスコアは良かった私は大丈夫です。

学期の長い休みの初めは少し詰まらなかったです。長い休みの初めはどこも行かなかったで、毎日家にいました。家ではスマホを使ったり、映画を見たり、絵をかきたり、寝たりしました。とても面白くなかったです。でも、新しい趣味は見つけました。休みの間にはユーチューブでいろいろな料理作るの動画を見ました。パンとケーキを作るは上手になると思っていました。毎週3回ぐらいケーキとパンを作りました。だから今ちょっと太くなります。

八月はとても面白かったです。八月の15日から17日までに大家族集まりがありました。遠いところの家族は皆来ました。ペカンバルや、セラン、プルワカルタ、ガルト、ジャカルタからバンドンへ会いに来ました。皆はコロナヴァイルがありませんから大丈夫でした。いとこたちと10年ぐらい会わなかったから、皆が私を覚えなかった。なぜなら、私が大いに変わりましたから。あの日はとても楽しかったです。

  1. Naufal

はじめまして、私は「ナウファル • アディ • ラーマン」です。「ナウファル」と呼んでください。私は今19歳です。バンドン出身です。私は UPI の大学生です。どうぞよろしくお願いします。

今は「Covid 19」のパンデミックが起こるから、私はどこにも行きません。毎日家でアニメを見たり、昼寝したり、ギターを引いたり、自転車に乗ったりします。時々私の部屋を掃除します。

パンデミックが終わったら、たくさんのことをしたいです。例えば動物園へ行ったり、友だちと一緒に遊んだり、買い物したりすることです。

  1. Putri Naula

こんにちは。はじめまして私はプトリナウラです。ナウラとよんでください。バンドンにすんでいます。ダンスすることが好きです。私はUPIの学生です。今はUPIで日本語学科をべんきょうしています。どうぞよろしくお願いします。

今、私のアクティビティはりょうりを作ったり映画を見たり時々勉強したりしました。

毎日6時におきました、そして母と朝ごはんを作りました。昼と夜は時々ビデオを見ました。時々ユーチューブを見ながら、ご飯を食べます。夕方は部屋をそうじします。私の好きなアクティビティはクッキーを作ることです。毎週チョコチップクッキーを作りました。兄が「おいしい。。」と言いました。とても嬉しい。

コロナヴぃルスですから皆も4ヶ月ごろ大学へ行けませんでした。私たちはオンラインクラスでも勉強していました。家にいなければなりませんから、どこにも行けませんでした。じつは家にいる時、あまりおもしろくなかったのです。友達に会いたいけど、 どこにも行けません。大学へも行きたいです。しかたがありません。

パンデミックがおわったら、友達と遊ぼうと思っています。

  1. Amalia

はじめまして、私は二年生のアマリアです。3月から今まで、コロナパンデミックがありますから、私たちは家に出ることはできません。家で私はただ寝たり、食べたり、掃除したり、イラストを描きたりします。日本語も勉強します。私はYouTubeで日本語を使う動画を見ます。それは私にとって、聴解の練習です。そして、スマホに日本語のゲームがあります。ゲームで日本語のテキストがありますから、読書にも役立ちます。私も時々KanjiStudyとDuolingoというアプリケーションから文法と新しい漢字を勉強します。ずっと家にいるのはあまり悪くないと思いますが、友達がいなくて寂しいです。すぐに友達に会いたいです。

  1. Arumya

休日の時、コロナパンデミックなので、多くの時間を家で過ごします。これが私の日常です。毎日、午前 4 時に 起きて、顔を洗って、お祈りします。 午前 6時に キッチンで母が朝食準備するを手伝って、皿を洗って、シャワーを浴びます。午前7時に テレビを見ながら、朝食 を食べます。午前8時に 家を掃除します。午前9時に スマホのゲームを浴びます。午後12時10分に お祈りして、昼ごはんを食べます。午後1時30分に昼寝をします。午後3時15分に 起きて、お祈りします。次に夕食を作ります。午後6時に お祈りして、夕食を食べます。午後7時に顔を洗って、歯を磨いて、お祈りします。寝る前に、私の好きなアイドルのビデオを見ます。午後8時30分に寝ます。

  1. Dita

大学の休みに家族と家にいました。コロナウイルスがありますから、私たちはどこにも行けませんでした。今の休みは本当につまらなかったです。でも、家族がいますから、うれしかったです。5時においのりします。そして、朝ごはんをたべます。ときどきアニメをみながら、朝ごはんを食べます。私の好きなアニメはハウルのうごくしろです。このアニメはとてもおもしろくて、いいアニメです。アニメを見てから、ゲームをあそびました。このゲームの名前はskyです。コロナウイルスがありますから、私と友達にあいませんでした。でも、skyで私と友達に会いましたとあそびました。Skyでたくさん新しい友達を会いました。かれらはとってもやさしいです。このゲームがありましたから、せかいじゅうからたくさんの友達がいます。日本の友達がいます、かのじょの名前はパンさんです。パンさんは私に日本の食べ物をおしえてくれました。つるさんも日本人です。“たくさん日本人はぜんぶの漢字をおぼえなかった”と言った。たくさん新しいちしきをもらいました。私は2時から4時までゲームをあそびます。4時においのりしたり、へやにそじをします。5時にシャワーをあびます。私は忙しくなかったから、私と家族はテレビをみます。ときどき、私は妹に日本語をおしえてくれます。6時においのりします。そして、晩ご飯をたべます。7時においのりします。そして、寝ます。もう3月ですね、大学にもどります。

  1. Renindra Atsilah Putri

はじめまして、私の名前はレニンドラです。でも、レニンと呼んでください。 私はインドネシア教育大学の大学生で、今は日本語を勉強しています。 日本語を勉強するのはとても楽しいです。 でも、パンデミックがまだ続いているので、この5ヶ月間大学に行けないのは本当に悲しいです。 早くパンデミックが無くなればいいのにと思います。 友達に会いたいし、いつものように遊びに行きたい。

一日中家にいるのは本当につまらないです。 学期の休みの間は、家にいることしかできないので、何もしていません。 でも、たくさん卵料理を作ったので、とても気持ちがいいです。 小さな兄弟二人は、私の卵料理が大好きです。 嬉しかったです。あの二人はよく食べてくれました。 もう一つは、日本語のゲームをしたり、ラジオやドラマを聞きたり、好きな俳優のインタビューや舞台などの動画を見たりして、日本語のスキルが衰えないようにしていました。 また、日本語から英語やインドネシア語に翻訳してみたりもしました。 好きなもので日本語を勉強するのは本当に楽しかったです。

もう一度言いますが、パンデミックがなくなればいいのにと思っています。 いつか全てが良くなることを祈っています。

  1. Eka Chandra

はじめまして、私の名前はエカチャンドラルクマナです。バンドンに住んでいます。コロナパンデミックがあるから、全部家にやります。私にはそんなことは普通でした。以前の生活にもほとんど家にやりましたから。

コロナパンデミックの時私は家にいろいろなことをしました。例えばアニメを見たり、ライトノベルを読んだり、ゲームをあそんだりしました。ときどき、朝に私は家にそうじしました。その後にはゲームをあそびました。ゲームのタイトルはmobile legendです。そのゲームをあそぶことはあまり楽しくなかったです。かなしくて、怒って、ぜつぼうでした。敵はばかでしたが、味方はもっとあほうでした。とてもくやしかったです。

ゲームをあそんだ後で私はアニメを見ました。ご飯を食べながらOne Pieceを見ました。それから、昼寝をしました。起きた後でまたアニメを見ました。ときどきOne Pieceを見ることがつまらないから、他のアニメを見ました。夜にLumpiah Basahを作ります。そして、またアニメをみました。その後でまたゲームをあそびました。むかつくけど、あそびたいです。それから、私は寝ました。

休みの時、親戚がバンドンに来ましたが、私の一日はあまりかわらない。それに私はぜんぜん勉強しませんでした。でも、ときどき友だちに日本語をおしえてあげました。最近にも友だちとしりとりをあそびます。

  1. Al Daffa Fauzan

Assalamualaikum 先生、私は二年生のAl Daffa Fauzanです。さいきん新しいウイルスがあります、ウイルスの名前はコロナウイルスと言います。そのウイルスからグロバルパンデミックがあってみんな世界中でそのウイルスをたおすためにみんなうちででかけなければなりません。だからいま世界中でカランティンをやるます。もちろん私もやります、きょうはもう六ヶ月ぐらいやります。毎日朝おきて朝ご飯をたべて普通なせいかつをやってけどうちにでかけないからまいにちそのせいかつはだんだんつまらなかったになります、そのつまらなくなったせいかつから私は一つスキルを毎日ならうやってみます。たとえばバックフリップとかカードマジックとかいろんなことをやってみます。でもいちいばん使うスキルはたぶん料理をすると思います。便利だし倹約だし生活に一番使ったスキルです。そしてお母さんがいるからおいしい料理をおしえてもらったんです。

  1. Yudi

私の名前は yudi prasetia です。

私の一日は大学にいるとき朝おきて、みずをあびて、あさごはんをたべます。そしてUPIへいきます。家へかえってからゲームをしてばんごはんをたべます。そしてべんきょうをしてねます。でもコロナウイルスだからUPIへ行きません。しかし、他には あまりかわりませんでした。

休みの時あまりかわりませんが、でもコロナ ウイルス だから 私の 休み はちょっと つまらないです。なぜ?友達と あそべないからです。そして 家に いるの も つまらないです。毎日 ただ ゲーム を したり アニメ 見たりするだけです。友達と 会いたい そして あそびたいと思っています。だから コロナ ウイルスは すぐ きえると 私の ねがいです。

Amiiiinnnn….

  1. Annisativa Novianti

私の名前は Annisativa Noviantiです。コロナパンデミックで、講義は オンラインで していました。4月から 大学に 行きませんでした。二学期の 講義終わるまで、私の 毎日の 活動は オンラインの 授業と 宿題を していました。二学期が終わったとき、暇な時間がたくさんありました。しかし、私の母は 病気しましたので、わたしは 世話を しなければなりませんでした。母が ジャンビにいたので、バスで ジャンビへ 行きました。母は 腎臓病を患っていました、そして わたしは 毎日 母と 世話をしていました。でも、母は 8月16日に 亡くなりました。私は とても悲しいですが、我慢しなければなりません。悲しいいたとき、私は何もできません。よく祈るだけです、そして大家族と集まりました。ジャンビに2ヶ月いた、家族と時間を 過ごしました。私と家族は 母親のために一緒に祈りました、それから 母の​​墓に 行きました。8月29日に 私と父 はバスで バンドンへ帰りました。休暇中に、私はインドネシア語で 短編小説書くことを好きです。小さい頃から、私は小説を読むことを大好きです。私もスマホんで 映画を見ることが好きです。私と妹 一緒に YouTubeで 料理法のチュートリアルを見て、それから ケーキを作るのが好きです。コロナパンデミックの中で、 わたしはよく家族と過ごしています。家族は人生で最も価値のあるものですと思います。

結び

上記の学生が書いた作文の中から見ると、コロナ禍のせいではプラス評価マイナス評価が見られることがわかりました。大体の学生は共通なのはお祈り、料理、掃除、家事、勉強の復習、日本語の勉強、オンラインでの映画やゲームなどのうな遊びの楽しみになどです。また、面白いことには創造性(クリエティブ)という学生の知恵が割りと生み出しました。逆に、マイナス評価にはやはり、悲しい、退屈、つまらい、友達に会いたい、遊びたい、このようなレジャーがほしいということです。

最後ですが、プラス評価があっても、コロナウィルスがいち早く解決できるのを願っている次第です。

バンドンにて、2020年9月9日(水)

 

 

]]>
Dosen DPBJ Mengikuti Pelatihan Penulisan Buku https://jepang.upi.edu/dosen-dpbj-mengikuti-pelatihan-penulisan-buku/ Wed, 27 Nov 2019 12:37:11 +0000 http://jepang.upi.edu/?p=5650 [et_pb_section admin_label=”section”]
[et_pb_row admin_label=”row”]
[et_pb_column type=”4_4″][et_pb_text admin_label=”Text”]

Bandung, DPBJ UPI. Pada hari Selasa tanggal 26 November 2019, para dosen Departemen Pendidikan Bahasa Jepang UPI telah mengikuti kegiatan Pelatihan Penulisan Buku Perguruan Tinggi dan Peluncuran Katalog Buku UPI Press. Bertempat di ruang rapat Gedung University Centre Lt.5, acara ini diikuti oleh sekitar 140 orang dosen.

Bapak Yadi Mulyadi M.Pd, selaku Kepala UPT Penerbitan dan Percetakan UPI Press, menyampaikan bahwa UPI sangat ingin membantu para dosen untuk menghasilkan karya buku untuk peningkatan kualitas pendidikan. Beliau mengharapkan kesempatan ini dapat dimanfaatkan oleh seluruh dosen UPI.

Prof. Fuad Abdul Hamied, M.A., Ph.D menyampaikan materi tentang Penulisan Buku : Kelaziman secara Internasional, dilanjutkan dengan Prof. Dr. Mohammad Ali,M.A yang menyampaikan tentang Strategi Penulisan Buku Perguruan Tinggi.

Dari DPBJ sendiri, di dalam katalog yang baru saja diluncurkan terdapat buku Shokyu Bunpo 1, yang ditulis secara bersama-sama. Kemudian ada juga Bapak Dr. Dedi Sutedi M.A., M.Ed yang menulis tentang partikel dalam bahasa Jepang. Semoga kedepannya setiap dosen dapat menghasilkan karya buku yang lebih banyak lagi.

 

 [/et_pb_text][/et_pb_column]
[/et_pb_row]
[/et_pb_section]

]]>
Ibu Dianni Risda Memberi Kuliah Umum di Turki https://jepang.upi.edu/ibu-dianni-risda-memberi-kuliah-umum-di-turki/ Tue, 26 Nov 2019 13:07:57 +0000 http://jepang.upi.edu/?p=5638

Turki, DPBJ UPI. Pada tanggal 22 November 2019, Ibu Dianni Risda M.Pd., M.Ed telah memberikan kuliah umum di Kadir Has University yang bertempat di Istambul Turki. 

Kuliah umum dengan tema “Multicultural Societies in Indonesia” ini disponsori oleh One Asia Foundation yang memiliki program 4 tahun Economy and Politics in Asia.

Berikut paparan Ibu Dianni kepada sebagian besar mahasiswa S3 pada kuliah umumnya.

    Indonesia merupakan negara multikultur, multi etnis, memiliki banyak keragaman, tetapi berbeda dengan negara-negara lain yang dikenal dengan multikultur misalnya Amerika dll, Indonesia merupakan negara multikultur bawaan yang sudah memiliki berbagai keragaman sejak awal Indonesia terbentuk. Sedangkan Amerika multikultur sebagai hasil dari banyaknya orang asing yang datang dan bermukim di sana, juga Jepang yang saat ini menuju masyarakat multikultur karena berbagai upaya yang dilakukan pemerintah untuk mengatasi aging society seperti mendatangkan banyak pekerja, mahasiswa atau turis dari luar negeri.
   Perbedaan kultur dapat mengakibatkan pergesekan-pergesekan bahkan berakibat pertikaian. Oleh karena itu mengenal budaya lain, memahami perbedaan-perbedaan budayanya merupakan cara untuk mengurangi ekses-ekses akibat perbedaan kultur.
   Di era global dimana informasi dapat menyebar secara cepat dapat menjadi pemicu pertikaian kalau tidak dihadapi dengan kedewasaan berfikir. Belajar mengenal budaya lain dan mencoba keluar dari zona nyaman, merupakan satu langkah untuk mengenal dunia lebih luas lagi dan akan menambah pemahaman kita tentang budaya yang berbeda.
Di era global ini, dimana pergerakan manusia dari satu tempat ke tempat lain menjadi lebih mudah, semua negara di dunia ini berpotensi untuk menjadi negara yg multikultur. Oleh karena itu untuk mencapai kehidupan dunia yang damai, pemahaman tentang multikultur merupakan sebuah keniscayaan.
   Menurut Prof. Hasan Tecguc tema ini sangat relevan dengan kondisi Turki saat ini. Dimana Turki juga memiliki etnis beragam, ada mayoritas dan minoritas, dan ke depan akan menjadi negara yang betul multi etnis karena banyak imigran dari negara-negara sekitarnya yang masuk dan bermukim di Turki. Turki harus mulai belajar tentang permasalahan multi kultur.

Ternyata menarik sekali pembahasan tentang Multikultural ini. Dianni Sensei, terima kasih atas oleh-oleh pengalamannya. Otsukaresama deshita.

]]>
Ibu Linna Membimbing Proposal PKM Mahasiswa 2020 https://jepang.upi.edu/ibu-linna-membimbing-proposal-pkm-mahasiswa-2020/ Tue, 26 Nov 2019 12:58:23 +0000 http://jepang.upi.edu/?p=5635

Bandung, DPBJ UPI. Dalam rangka mempersiapkan diri bersaing di PKM Mahasiswa 2020, Ibu Linna Meilia Rasiban membimbing para mahasiswa Departemen Pendidikan Bahasa Jepang.

Apa itu PKM mahasiswa? klik tautan berikut : https://simbelmawa.ristekdikti.go.id/portal/pengumuman-pembukaan-penerimaan-pkm-tahun-pelaksanaan-2020/

Proposal yang telah dibuat mahasiswa akan diajukan untuk bidang PKM-Kewirausahaan, PKM-Masyarakat dan PKM-Karsa Cipta, dengan nama mahasiswa sebagai berikut ;

PKM-M: Tera (2018), Wisni (2018), Siwi(2018), Cindi (2018)

PKM-K: Rizky (2016), Fajri (2016), Panji (2018), Bara (2019)

PKM-KC: Rahmi (2018), Marsya (2018), Alivia (2019)

Semoga tahun ini ada mahasiswa DPBJ yang lolos ke tahap nasional ya.

Linna Sensei, arigatou gozaimashita. Gakusei no minasan, gambatte kudasai!

 

]]>
Pak Dedi Sutedi Memberi Kuliah Umum di FBS UNNES https://jepang.upi.edu/pak-dedi-sutedi-memberi-kuliah-umum-di-fbs-unnes/ Fri, 22 Nov 2019 13:04:39 +0000 http://jepang.upi.edu/?p=5622

Semarang, DPBJ UPI. Dr. Dedi Sutedi, M.A., M.Ed. salah satu dosen Departemen Pendidikan Bahasa Jepang UPI telah memberikan kuliah umum dengan tema Model Penelitian Pendidikan Bahasa Jepang 日本語教育研究法 kepada Dosen-dosen Bahasa Jepang di Universitas Negeri Semarang di Ruang Bundar FBS UNNES pada hari Jumat, 22 November 2019.

Dedi Sensei, otsukaresama deshita.

 

]]>
Ibu Dianni Risda Tandatangani Joint Research dengan Tokyo University https://jepang.upi.edu/dianni-risda-tandatanganijointresearch-tokyouniversity/ Fri, 08 Nov 2019 13:44:03 +0000 http://jepang.upi.edu/?p=5599

Tokyo Jepang, DPBJ UPI. Ibu Dianni Risda yang mendapat undangan untuk kuliah umum di Musashino University Jepang, berkesempatan juga untuk menandatangani kesepakatan joint research dengan Prof. Deni Darmawan dan Prof.Tanigaki Mariko dari Tokyo University pada tanggal 28 Oktober 2019.   Dengan kesepakatan ini, salah satu dosen DPBJ UPI diharapkan dapat menghasilkan penelitian yang bermanfaat untuk kemajuan pendidikan bahasa Jepang.

]]>
Ibu Herniwati Mengunjungi Mahasiswa dan Alumni DPBJ di Hiroshima https://jepang.upi.edu/ibu-herniwati-mengunjungi-mahasiswa-dan-alumni-dpbj-di-hiroshima/ Fri, 08 Nov 2019 13:31:42 +0000 http://jepang.upi.edu/?p=5593

Hiroshima Jepang, DPBJ UPI. Pada tanggal 22 sampai 31 Oktober 2019, Ibu Herniwati salah seorang staf dosen DPBJ yang berkunjung ke Osaka untuk memenuhi undangan menghadiri perayaan dies natalis Osaka Gaigo Gakuin, juga berkesempatan mengunjungi mahasiswa dan alumni DPBJ yang sedang berada di Hiroshima.

Ada 5 orang mahasiswa yang sedang studi di Hiroshima Prefecture University. Dan 3 orang alumni yang sedang mengikuti kuliah pascasarjana di Hiroshima University serta seorang alumni yang sedang mengikuti program short course di Hiroshima.

Herni Sensei, arigatou gozaimashita! Otsukaresama deshita!

]]>