Kagai Jugyou (1) : Ihsan dkk Memandu Takuya-san ke Kawah Putih

[et_pb_section fb_built=”1″ admin_label=”section” _builder_version=”3.0.47″][et_pb_row admin_label=”row” _builder_version=”3.0.47″ background_size=”initial” background_position=”top_left” background_repeat=”repeat”][et_pb_column type=”4_4″ _builder_version=”3.0.47″ parallax=”off” parallax_method=”on”][et_pb_text _builder_version=”3.0.47″ background_size=”initial” background_position=”top_left” background_repeat=”repeat”]

Berikut akan diperkenalkan artikel pertama yang ditulis oleh mahasiswa DPBJ UPI yang telah mengikuti kagai jugyou (kegiatan pembelajaran di luar kelas) untuk mata kuliah Chujokyu Kaiwa II yang diampu oleh Dewi Kusrini M.Pd, M.A.

Artikel pertama, dari kelompok Ihsan dkk (tingkat 3) yang telah memandu Takuya-san, orang Jepang yang tinggal untuk kegiatan sukarela di salah satu sekolah di Bandung, pergi ke tempat wisata Kawah Putih. Selamat menyimak hasil tulisan perjalanan mereka.

Kagai Jugyou (1) : Perjalanan ke Kawah Putih bersama Takuya-san

Bandung, 8 Maret 2018. Perjalanan ke Kawah Putih ini sudah kami rencanakan 2 minggu sebelumnya, dengan rencana hanya beberapa orang saja, namun 1 minggu sebelum hari-h ternyata banyak yang ingin ikut, jadi rencana awal yang hanya beberapa orang saja agar lebih rame lagi maka kami ajak yang lain.

Pagi itu saat hari keberangkatan untung sekali cuaca sangat mendukung untuk bepergian dengan motor, cukup cerah namun tidak terlalu panas. Ada 2 tempat pertemuan kami, ada Tim UPI (orang-orang yang berkumpul di UPI) dan Tim Holis (orang-orang yang kumpul di Jalan Holis, Caringin). Tim UPI ada Ihsan, Gep, Jemi, Bagus dan Dawam. Sedangkan Tim Holis ada Azu, Panji, Gestri, Nadin, dan bintang tamu spesial kita Takuya-san. Tim UPI sepakat untuk ketemu pukul 08.00 WIB di Alfamart Gerlong, yaa seperti orang Indonesia pada umumnya, pasti ada saja yang datang terlambat, sehingga kami baru bisa berangkat dari tempat pertemuan pukul 08.03 WIB.

Pemberhentian pertama Tim UPI yaitu Pom Bensin di Jl. Setiabudhi. Disana salah satu personil Tim UPI harus pulang dulu untuk mengambil jaket, karena dia dapat wejangan kalo di Kawah Putih pasti dingin. Lalu pemberhentian kedua Tim UPI yaitu di depan Griya Jl. Holis untuk bertemu Tim Holis di sana. Alhamdulillah kita sampai di tempat pemberhentian kedua pukul 09.15 WIB. Namun ternyata Tim Holis juga menjadi orang Indonesia normal, di sana hanya ada Azu dan Takuya-san. Setelah diselidiki kenapa yang lain belum juga datang, ternyata Nadin dan Panji menunggu di Griya yang berbeda sehingga harus ada yang menjemputnya dulu. Sementara ada yang menjemput Nadin dan Panji, kami ada beberapa yang menunggu di depan Griya Jl. Holis untuk menunggu dua orang lagi, yaitu Bagus yang lagi mengambil jaketnya, dan Gestri yang masih dalam perjalanan.

Sembari menunggu yang lain untuk kumpul, kami berbincang bersama Takuya-san, berbagai macam topik kami bicarakan, perihal bagaimana Kawah Putih itu (kami menjawabnya padahal belum ada yang pernah ke sana, :D), berapa lama perjalanan ke sana, dan perihal jalan di Indonesia, pengguna jalan di Indonesia, Polisi di Indonesia, dan bagaimana SIM di Indonesia itu. Sepertinya Takuya-san sangat tertarik akan hal-hal itu, karena katanya sangat berbeda sekali dengan di Jepang. Setelah berbincang cukup lama, dan orang yang kami tunggu belum kunjung datang sepertinya Takuya-san mulai kelaparan, untungnya tempat menunggu kami dekat dengan Warteg, sehingga Takuya-san bisa memesan dan makan dulu. Setelah itu akhirnya orang yang kita tunggu-tunggu datang juga, dan kami baru bisa berangkat dari Griya Jl. Holis pukul 09.30 WIB.

Setelah melewati perjalanan yang panjang, macet, jalan berlubang, becek dan sebagainya, akhirnya kami sampai di pemberhentian ke tiga, yaitu Alfamart di daerah Babakan Jampang, jam saat itu menunjukkan pukul 11.14 WIB. Seperti biasa kami isi dengan berbincang bercanda sembari ngopi.

Istirahat Ceria

Akhirnya setelah melewati perjalanan panjang nan jauh, pada pukul 11.45 WIB kami sampai di lokasi, KAWAH PUTIH !!. Akhirnya sampaii, namun ternyata setelah sampai di parkiran motor, yang kami bayangkan tempat parkir motor itu dekat dengan gambar-gambar Kawah Putih yang ada di mbah Google, tapi ternyata untuk sampai ke situ harus menggunakan mobil lagi, selain itu juga ternyata benar sekali di sana dingin sekali, untung kami sempat memberi wejangan kepada Bagus untuk pulang dulu mengambil jaketnya. Nah, disini perjalanan menariknya.

Setelah lelah perjalanan menggunakan motor, disana kami naik mobil seperti angkot, wah akhirnya bisa istirahat dengan tenang, pikir kami. Tapi ternyata supir kami sepertinya sudah benar-benar lolos tes SIM dan pernah menjadi stuntman film Fast Furious, pak supir membawa mobil angkotnya dengan kecepatan yang cukup kencang, padahal jalanan di sana kecil, belokan tajam, naik turun. Yang kami pikir bisa istirahat ternyata harus seperti menaiki roller coaster, dan keluar becandaan seperti pada film Initial D “Déjà Vu!  I’ve just been in this place before!”. Ya kami anggap bercandaan itu seperti “istirahat” versi kami. Akhirnya setelah merasakan perjalanan dengan mobil yang mantap, kami sampai di parkiran mobilnya.

Setelah sampai di Kawah Putih, kami sangat terkesan dengan keindahannya, yang sangat bersemangat bukan hanya Takuya-san setelah melihat pemandangan yang keren itu, kami juga yang baru pertama kali ke sana ikut-ikutan bersemangat :D. Di sana kegiatan kami berfoto, berbincang, bercanda, dan sebagainya.

Turun tangga untuk menuju tempat keren

Ihsan dan Takuya-san

Gaya dulu guys

Gaya dulu guys 2

Gaya Andalan

Eh, ini gaya apa ya? 😀

Setelah puas foto-foto di lokasi, kami naik lagi ke daerah parkiran mobil untuk istirahat Sholat, makan. Seperti biasa kami isi dengan berbincang dan bercanda bersama.

Perbincangan khusus cowok dimulai…

Setelah istirahat cukup lama di parkiran mobil, kami kembali naik mobil angkot lagi untuk ke tempat parkiran motor. Namun ternyata pak supirnya bukan yang sudah benar-benar lolos tes SIM dan pernah menjadi stuntman film Fast Furious lagi, sehingga membawa mobilnya normal-normal saja. Setelah sampai di parkiran, karena buru-buru takut hujan turun, kami langsung menuju tempat pertemuan selanjutnya yaitu RM. Cendol Elizabeth. Akhirnya setelah melewati perjalanan macet, jalan berlubang, kehujanan di jalan, kami sampai juga di RM. Cendol Elizabeth pada pukul 15.25 WIB. Di sana seperti biasa kami isi dengan perbincangan asik mengenai perjalanan tadi, dan menanyakan kesan Takuya-san perihal Kawah Putih dan jalanan Indonesia yang seperti kita ketahui bersama, sering macet dan terkadang berlubang. Dan pada pukul 17.00 WIB kami sudah sampai di rumah masing-masing.

Perjalanan kali ini sagat menyenangkan, selain karena kami baru pertama kali ke Kawah Putih kami juga bisa pergi bersama bintang tamu spesial yang langsung datang dari negeri Sakura Jepang!!! Takuya-san!!! Dia orang yang baik, dan asyik sekali untuk diajak ngobrol, tidak ada kesulitan kami untuk berkomunikasi dengan Takuya-san, hanya saja kami kesulitan untuk mencari topik pembicaraannya saja 😀

Sekian cerita perjalanan Kami bersama Takuya-san ke Kawah Putih, salam~

Muhammad Ihsan Kamil 1504087, Muhammad Bagus Panhar 1505248, 

Ghifari Nurazmi Fadila 1504104, Muhammad Dawam Hidayatullah 1404000

[/et_pb_text][/et_pb_column][/et_pb_row][/et_pb_section]