Berikut akan diperkenalkan artikel ke-8 yang ditulis oleh mahasiswa DPBJ UPI setelah melaksanakan kagai jugyou (kegiatan pembelajaran di luar kelas) untuk mata kuliah Chukyu Kaiwa II yang diampu oleh Dewi Kusrini M.Pd, M.A.
Artikel ke-8, dari kelompok Amalia dkk (tingkat 2) yang telah bersama Mana Onishi-san, orang Jepang yang sedang belajar bahasa Indonesia di balai bahasa UPI, mengajaknya pergi ke daerah Subang untuk memancing. Wah sepertinya menarik ya….Apakah Mana-san berhasil memancing ikan? Yuk kita simak tulisan hasil perjalanan Amalia dkk tanggal 21 April 2018 berikut.

Perkenalkan nama kami Amalia, Nanda, Mahardika, Rais dan Sulthan. Kami 5 orang dari mahasiswa pendidikan bahasa Jepang dari Universitas Pendidikan Indonesia ingin berbagi sedikit pengalaman kami saat kami mendapatkan kesempatan untuk memandu orang Jepang yang sedang belajar di Indonesia. Beberapa hari sebelum kami akan bermain kami berbincang-bincang hangat untuk berkenalan dan merencanakan kemana dan kapan akan bermain. Tepatnya tanggal 19 April 2018 kami bertemu di belakang Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Pendidikan Indonesia. Dalam pembicaraan tersebut banyak sekali rencana yang kita bicarakan bersama. Seperti berwisata ke kawah putih, memasak masakan Indonesia bersama-sama, memancing dan pergi ke kota Garut. Namun kita sepakat untuk pergi ke Subang untuk memancing dan memasak bersama di sana. Kami memilih subang karena salah satu teman kami memiliki sodara yang tinggal di sana dan di sana ada kolam pemancingan yang sangat luas. Kami pun sepakat akan pergi pada hari Minggu, 21 april 2018 dan bertemu di gedung belakang Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Pendidikan Indonesia lagi pada pukul 07.00. wib.

Subang adalah salah satu kota di Jawa barat yang berbatasan dengan Lembang. Subang merupakan kota yang sedang berkembang dari segi pemerintahan maupun ekonomi. Subang mempunyai banyak kesenian dan tempat wisatanya diantaranya keseniannya yaitu sisingaan, toleat dan masih banyak lagi. Tempat wisata yaitu wisata air panas ciater,curug kapolaga dan lain-lain.
Tetapi meski banyak tempat wisata tujuan kami bukan kesana melainkan kami ingin bermain ceria dan tidak ingin mengeluarkan banyak uang.
Perkenalkan teman kami ini bernama Mana Ohnishi dia berasal dari Jepang ia datang ke Indonesia karena mendapatkan beasiswa. Datang ke Indonesia pun ia tidak begitu khawatir lagi karena di Jepang ia adalah Mahasiswi Jurusan Bahasa Indonesia karena dari itu ia sudah mahir berbahasa Indonesia.

Pada hari Minggu, 21 april 2018 akhirnya kami bertemu di bertemu di gedung belakang Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Pendidikan Indonesia. Meskipun kami sudah berjanji berkumpul pada Pukul 07.00 tetapi ada saja teman kami ini yang terlambat karena beberapa hal. Pukul 08.30 barulah semua telah lengkap berkumpul setelah itu kami pun langsung bersiap-siap untuk pergi. Setelah semuanya siap pada pukul 09.00 kami pun memulai perjalanan kami ke kota Subang dengan menggunakan mobil. Diperjalanan kami pun berbincang-bincang banyak hal tentang negara Indonesia dan Jepang tentunya. Dari situ kami cukup banyak mendapat hal-hal baru mengeneai negara Jepang. Karena kami berlima ini memiliki tujuan untuk pergi ke Jepang suatu hari nanti maka dari itu kami harus memgetahui lebih banyak Jepang dari orang Jepang langsung.
Di perjalanan yang cerah itu kami pun disuguhi pemandangan yang sangat indah dan cuaca yang sangat sejuk. Kanan – kiri kami terlihat jelas kebun teh yang sangat hijau sangat indah sekali. Diperjalanan tidak lah semua berjalan dengan baik dan senang. Kami pun mendapat sesuatu kejadian yang tidak diinginkan yaitu kami harus tertimpa kecelakaan kecil. Untunglah kami masih selamat dan tidak mematahkan semangat kami untuk melanjutkan perjalanan kami ke kota Subang.
Sampailah kami di kota Subang yang di kanan kiri jalan banyak sekali penjual buah nanas madu yang mejadi ciri khas kota subang. Tetapi dari kota untuk menuju ke rumah yang ingin kami tuju masih sedikit jauh

Pukul 11.00 sampai lah kami di tempat yang dituju. Tempat ini jauh dari keramaian kota dan masih terlihat asri. Teman kami Mana Ohnishi ini terlihat cukup senang karena dia sangat ingin sekali pergi ke desa-desa seperti ini. Di sana pun kami disambut oleh keluarga teman kami yang sangat ramah dan baik sekali kepada kami. Di sana pun kami disuguhi banyak sekali makanan Khas kota Subang yang tentunya enak sekali. Cuaca di desa itu sangatlah panas membuat kami beristirahat sejenak. Setelah kami beristirahat cukup lama, kami pun bersiap untuk pergi ke kolam untuk memancing dan memasak di sana segala peralatan pun disiapkan dan dibawa kesana. Sesampai di kolam yang tidak jauh dari rumah di sana terdapat rumah kecil (Saung) di atas kolam untuk tempat kami beristirahat dan menyimpan-nyimpan barang. Di rumah kecil (Saung) tersebut kami pun berbincang-bincang kembali sambil memberi makan ikan-ikan kecil.

Disela-sela perbincangan kami dipanggil untuk makan siang. Rencana kami untuk memasak pun gagal karena ternyata makanan yang kami akan buat yaitu nasi liwet sudah disiapkan oleh keluarga teman kami. Kami pun tidak bisa menolak dan kami sangat beruntung karena sudah disiapkan makanan yang sangat enak sekali.

Meskipun makanan ini sederhana tetapi makanan ini terasa sangat enak lagi karena pemandangan yang indah di sana serta kami makan bersama-sama dengan warga desa sekitar di bawah pohon kelapa.
Teman kami Mana Ohnishi ini baru pertama kalinya memakan makanan ini dan ia terlihat sangat senang karena melihat tradisi makan bersama di desa tersebut.

Setelah selesai makan-makan akhirnya kami melanjutkan rencana kami yaitu memancing ikan. Ini menjadi pengalaman pertama teman kami Mana Ohnishi. Tetapi siapa sangka dia sangat hebat dalam memancing dari pada kami. Dia mendapatkan 3 ikan dalam waktu yang sangat cepat. Tetapi untuk satu ikan saja kami harus susah payah mendapatkanya. Tawa canda pun kami lakukan sambil memancing ikan.

Tidak terasa hari pun sore kami pun langsung bergagas kembali ke rumah keluarga teman kami. Kami di sana pun beristirahat sejenak serta saat itu kami juga kembali berbincang serta memakan Es campur yang sudah disediakan. Kami saling bertanya tentang bahasa yang sedang kamipelajari saat ini kami berlima bertanya tentang bahasa Jepang sedangkan teman kami Mana Ohnishi ini bertanya tentang bahasa Indonesia.
Meski niat kami untuk bermain tetapi kami tidak ingin membuang kesempatan kami untung bertanya langsung kepada orang Jepang tentang Bahasa Jepang.

Pada pukul 16.00 kami bersiap-siap untuk pulang karena kami tidak ingin pulang terlalu larut malam. Akhirnya setelah bersiap dan membereskan rumah pukul 16.30 kami pun berpamitan untuk pulang. Sebagai kenangan-kenangan kami pun melakukan sesi foto bersama-sama. Setelah itu kami berpamitan pulang dan kami pun sangat berterima kasih kepada keluarga teman kami yang sudah mau menyiapkan dan mau direpoti oleh kami.

Karena hari yang melelahkan kami pun sudah tidak berbincang banyak di perjalanan. Saat perjalanan pulang cuacanya tidak seperti saat perjalanan pergi. Cuaca saat itu hujan sangat besar serta berkabut dan gelap cukup menakutkan tetapi untunglah saat perjalanan pulang tidak ada kejadian yang aneh menimpa kami.
Sesampai di Universitas Pendidikan Indonesia tempat kami bertemu tadi kami pun langsung berpisah karena hari sudah cukup malam dan kami pun sudah sangat lelah.
Dapat disimpulkan kami mendapat pengalaman baru seperti pertama kalinya kami memandu/ bermain dengan orang Jepang dan itu sangat menyenangkan karena kami bisa belajar sambil bermain bersama. Begitu juga bagi teman kami Mana Ohnishi dia pun banyak mendapat hal-hal baru yang belum pernah dia lakukan/dapatkan sebelumnya.
Kami pun tidak ingin hubungan pertemanan kami cukup hanya disitu saja kami berharap suatu saat nanti kami bisa bermain lagi dan semoga kami bisa bermain di negara teman kami Mana Ohnishi yaitu Jepang !!.

Amalia (1607553), Nanda (1606401), Mahardika (1600926), Rais (1601389), Sulthan Azis Said (1606316)

Pendidikan Bahasa Jepang
Translate »