Pada artikel sebelumnya, admin telah mengenalkan essai Aisyah Nurjanah, dengan judul “Penyebab Terjadinya Kecelakaan Lalu Lintas”. Mengingat kontes essai dan pidato ini diadakan setiap tahun dengan hadiah belajar singkat di Hiroshima University untuk juara ke-1, tentunya membuat banyak mahasiswa begitu ingin mengikuti kontes ini. Namun melihat ketentuannya berupa tulisan essai dalam bahasa Jepang dengan tema yang tidak mudah yaitu “Koutsuu” (Lalu lintas) dan harus berkisar antara 1600 huruf, tampaknya sebagian besar mahasiswa kesulitan untuk mengikuti kontes ini. Agar kedepannya kontes ini bisa dimanfaatkan secara positif, admin akan mengenalkan essai ke-4 mahasiswa yang telah mewakili UPI untuk diajukan kepada pihak Hiroshima University untuk dinilai dan ditetapkan satu orang yang berhak mewakili UPI untuk tampil berpidato dengan essainya di Jakarta bersaing dengan 9 finalis perwakilan setiap universitas yang bekerja sama dengan Hiroshima University di seluruh Indonesia. 

Semoga dengan membaca ke-4 essai tersebut, mahasiswa akan mendapatkan ide dan semangat untuk menulis essai dan diikutkan pada kontes tahun ini. Seleksi di dalam UPI akan dilaksanakan sekitar bulan Juli. Masih ada 3 bulan tersisa untuk segera memulai menulis. Tips untuk dapat menulis essai yang baik : 1. Pikirkan tema dengan banyak membaca berita baik lokal, nasional maupun internasional, 2. diskusikan masalah lalu lintas yang akan ditulis untuk mempertajam paparan dengan teman atau ahlinya, 3. tulis dalam bahasa Indonesia terlebih dahulu agar konsepnya runut, 4. terjemahkan ke dalam bahasa Jepang, 5. konsultasikan dengan sempai yang pintar bahasa Jepang, dosen dan penutur asli bahasa Jepang.  6. pikirkan kembali cek kembali essai yang telah direvisi. Untuk melewati kesemua proses ini dibutuhkan waktu cukup lama, jadi sebaiknya dimulai sekarang juga agar dapat mengumpulkan essai ini sampai bulan Juli.

Kali ini akan diperkenalkan essai terakhir yang ditulis oleh M. Rizki Sukma Ridha, dengan judul “Pengadaan Transportasi Massal Agar Tidak Ada Pelajar yang Pergi ke Kampus dengan Motor . Selamat mengkritisi!

バイクで通学する学生がいないように公共交通機関を

ムハマド リズキ

M. RIZKI SUKMA RIDHA

インドネシア教育大学

 最近、インドネシアではバイクで学校へ行く学生の数が増えているそうです。高校生だけではなく、中学生もいます。その中には運転免許証を持たずにバイクに乗る人も結構いるそうです。ある調査によると、様々な理由があります。

まずは、家から学校までの距離が速いということです。学校の近くに住んでいる学生より、遠くに住んでいる学生のほうが多いのです。日本では、公立の中学校や高校は校区が決まっていますから、家の近くの学校に行きます。学校から遠い所に住んでいる学生は少ないそうです。インドネシアの場合は、土地があまり無くて町の中に学校を作るのが難しいです。それで町から離れた所に学校を作ることになり、家から近く離れた学校に通う学生が増えています。

そして、2つ目の理由は公共交通機関があまり時間を守らないということです。インドネシアでは、バスや、電車や、「アンコット」という乗合タクシーなど、様々な交通機関が広く利用されていますが、日本とかなり違います。たとえば、電車に乗る場合は、午前7時に出発すると書かれていても、実はそれよりも遅く出発することがあります。また、バスに乗る場合は、渋滞に巻き込まれる恐れがあります。したがって、通学手段として公共交通機関はあまり人気がありません。

最後に、学校に遅刻したら、罰を受けてしまいますので、学校に間に合うようにするには、何でいけばいいか考えて、バイクで行くことにしたという学生たちが多いのです。バイクは速くて、便利で、渋滞に巻き込まれても大丈夫だとかんがえられています。つまり、学校に遅れないように、一番速くて確実な乗り物がバイクだということです。

私は、バイクに乗ることは別に悪いことではないと思いますが、ある2015年の事故の調査によると、事故のうち約57%は学生の事故だそうです。学生たちが事故にあったら、学生たちだけではなく、両親も先生方も困るのではないのでしょうか。安全のために、まずは両親の指導、監督が必要です。例えば、子供が17歳になって、運転免許を取るまで、絶対にバイクを運転させてはいけません。そして、学校の先生方も、この問題に対する規則を作ったほうがいいと思います。例えば、中学校の場合は、自分でバイクを運転して学校に行くのを固く禁止するという規則を作ります。こういう規則があれば、バイクで通学する学生の数が減ると思います。

ところで、ジャカルタ市では今、「MRT」と「LRT」という公共交通機関が作られています。そしてジャカルタだけではなく、ほかの町でもこういう公共交通機関を作る計画があります。これらがすべて完成したら、バイクで通学する学生の数がさらに減ると思います。

この問題を深く考えると、交通安全に関係があります。免許証を持っている学生が安全に運転し、もっていない学生が公共交通機関を利用すること、それは交通安全を守る第一歩です。それではこれより、皆様と一緒に交通安全を守りましょう。

Demikian ke-4 essai terkait tema lalu lintas telah semua diperkenalkan. Semoga membantu Anda yang bermaksud untuk mencoba mengikuti kontes menulis essai dalam bahasa Jepang. Tidak ada yang sempurna di awal. Pun kalau kita tidak menulisnya apa yang ada di otak kita, maka sampai kapanpun menjadi hanya sebatas agan-angan. Coba tulis, baca, perbaiki, diskusi, perbaiki, baca,…..Proses yang begitu panjang tetapi percayalah hal tersebut akan menjadi pengalaman berharga bagi yang mau menjalaninya. Isshoni Gambarimashou!.

Translate »