“Tak kalah dan tak pernah putus asa”

Itulah semangat yang selalu tersirat dalam ucapan dan kata-katanya ketika saya berkunjung ke tempat usaha strawberry “Yurryberry” di Ciwidey, minggu 7 Januari 2018. Lulusan mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Jepang (sekarang Departemen Pendidikan Bahasa Jepang) FPBS IKIP (sekarang UPI) Bandung tahun 1998 yang bernama Lilis Nurandiani, S.Pd ini, merupakan salah satu mahasiswa berprestasi yang pernah memperoleh beasiswa Monbusho (sekarang Monbukagakusho/MEXT) G to G ke Shizuoka University selama satu tahun, tepatnya pada tahun 1996-1997. Lilis panggilan akrabnya, selama belajar di Shizuoka University tidak pernah berhenti mencari ilmu baik yang berhubungan dengan bahasa Jepang juga budaya, kehidupan sehari hari dan keadaan lingkungan kota Shizuoka yang sangat terkenal dengan teh hijau (ocha),  jeruk (mikan) dan strawberry (ichigo).

Ketika itu Lilis begitu tertarik dengan pembudidayaan buah strawberry (ichigo) di Shizuoka. Bentuk buah strawberry (ichigo) yang besar dan manis serta tumbuh subur pada saat musim dingin dan musim semi, telah mengingatkan Lilis Nurandiani akan tempat asalnya yang tinggal di daerah dengan suhu udara yang hampir mirip dengan di Shizuoka. Sejak saat itulah, Lilis Nurandiani belajar secara khusus kepada petani strawberry (ichigo) di Shizuoka mengenai pembudidayaan tumbuhan buah strawberry (ichigo).

Sekembalinya dari Shizuoka, Lilis Nurandiani mulai mencoba menanam dan membudidayakan strawberry (ichigo) di daerah Ciwidey, yang merupakan tempat kelahirannya. Saat itu, Lilis mengajak masyarakat di Ciwidey yang sebagian besar bermata pencaharian sebagai petani sayur-sayuran tersebut untuk mencoba membudidayakan tanaman strawberry (ichigo). Dan sejak saat itu, akhirnya daerah Ciwidey terkenal sebagai salah satu daerah penghasil buah strawberry (ichigo) terbesar di Kabupaten Bandung sampai sekarang. Maka tidaklah mengherankan jika kita berkunjung ke Ciwidey, kita akan melihat deretan kios-kios para penjual strawberry (ichigo), yang dapat ditemui di sepanjang jalan menuju Kawah Putih dan Situ Patenggang.

Lilis Nurandiani adalah seorang ibu rumah tangga dan juga salah satu contoh pengusaha yang berhasil dan sukses, berkat usahanya dalam mengajak masyarakat sekitar tempat tinggalnya untuk terus membudidayakan buah strawberry (ichigo). Dengan menggunakan bahan dasar buah strawberry (ichigo),  Lilis Nurandiani dapat mengolahnya menjadi berbagai macam makanan dan minuman mulai dari dodol strawberry, sirup strawberry, kerupuk strawberry, sambal strawberry, gula-gula strawberry dan lain sebagainya. Produk-produk olahan buah strawberry tersebut diberi merk jual “Yurryberry” dan telah mengangkat Lilis sebagai seorang pengusaha yang sangat berhasil di bidangnya.

Dengan usaha keras serta hasil jerih payahnya selama ini, pada tanggal 6 Desember 2011, Lilis memperoleh penghargaan dari Presiden RI ke- enam yaitu Susilo Bambang Yudhoyono berupa ”Penghargaan Ketahanan Pangan Adhikarya Pangan Nusantara 2011”  di Istana Negara Jakarta. Selain itu, prestasi lain yang juga sangat membanggakan adalah Lilis Nurandiani pernah mencatatkan rekor dunia dengan membuat “Dodol Terpanjang Sepanjang 2,5 KM”. Berkat keberhasilannya ini rekor dodol terpanjang sedunia tersebut mendapatkan pengakuan dari Museum Rekor Indonesia (MURI) pada tanggal 22 Agustus 2014 di Semarang. Sungguh sebuah pencapaian yang luar biasa dan sangat membanggakan!!

Bersama-sama dengan tim kreatif Sabilulungan Dinar Pertanian, Perkebunan dan Kehutanan, Kabupaten Bandung, Lilis Nurandiani telah mampu mengangkat nama baik kampung halamannya sendiri yaitu Ciwidey, Kabupaten Bandung dan tentunya Departemen Pendidikan Bahasa Jepang FPBS Universitas Pendidikan Indonesia.

Tanpa kemampuan bahasa Jepang yang baik, Lilis Nurandiani tentunya tidak akan pernah dapat pergi ke Jepang dan menuntut ilmu di negeri matahari terbit. Jika hal tersebut tidak terjadi, bukan tidak mungkin kebun-kebun strawberry di daerah Ciwidey seperti yang kita lihat saat ini pun tidak akan ada dan tak akan ada dodol strawberry terpanjang di dunia.

Selamat atas segala keberhasilannya sahabat dan temanku, walaupun kita tidak satu kelas, namun sifat Lilis Nurandiani yang ramah, ceria dan murah senyum tersebut, telah memberikan inspirasi dan menjadi contoh bagi mahasiswa/i Departemen Pendidikan Bahasa Jepang FPBS, Universitas Pendidikan Indonesia untuk selalu giat belajar, tekun dan pantang menyerah.

Pendidikan Bahasa Jepang
Assign a menu in the Right Menu options.
Translate »