Perkenalkan nama saya Anugrah Bintang Febriana . Saya angkatan 2012 dan mengikuti program KUSEP (Kanazawa University Student Exchange) periode 2016-2017.  Universitas Kanazawa terletak di ibukota perfektur Ishikawa, adalah salah satu kota terbesar dan kota wisata yang berada disisi Laut jepang dengan populasi lebih dari 460.000.

Dan program yang saya ikuti dalam Universitas Kanazawa yaitu program KUSEP.  Program KUSEP ini adalah program yang berjalan selama setahun dan menerima mahasiswa dari berbagai jurusan yang berkerja sama dengan berbagai Universitas diberbagai negara. Program ini menyediakan kelas Bahasa Jepang dan juga mempelajari tentang kebudayaan Jepang. Melalui program ini para mahasiswa dari berbagai negara bukan hanya dapat mengembangkan kemampuan berbahasa Jepang saja, melainkan juga bisa memahami lebih dalam tentang kebudayaan Jepang dengan tujuan agar mahasiswa berperan aktif dalam memahami dunia internasional sambil mempelajari bagaimana memperluas wawasan dengan berinteraksi dengan berbagai pelajar dari berbagai belahan negara. Selain itu bukan hanya mempelajari bahasa Jepang dan Budayanya saja, namun mahasiswa diberikan kesempatan untuk melakukan penelitian di Jepang. Mahasiswa yang didatangkan kuantitasnya berjumlah 40 dari setiap negara.

Seperti yang dibahas sebelumnya program ini menyediakan perkuliahan bahasa jepang dan mata kuliah pilihan termasuk penelitian independen. Mahasiswa harus mengikuti perkuliahan bahasa Jepang wajib berjumlah 20 sks dan 5 mata kuliah pilihan 10 sks untuk total 30 sks pertahun.

Pada awal masuk ke universitas sebelum mengikuti perkuliahan diadakan dulu placement test bahasa Jepang guna mengetahui kemampuan bahasa Jepang dan akan ditempatkan ke kelas yang sesuai dengan level bahasa Jepang. Lalu seperti yang dibahas sebelumnya selebihnya mahasiswa bebas untuk memilih kelas tambahan berupa kelas tentang kebudayaan Jepang. Setelah placement test maka perkuliahan bisa dimulai. Berikut kelas yang saya ikuti selama mengikuti  Program KUSEP periode 2016-2017.

 

Autumn  Semester

Japanese E Advanced: Kelas ini mahasiswa dapat mengembangkan kemampuan membaca menulis, berbicara dan mendengar.

Academic Writing I: Mahasiswa mempelajari metode dan cara menulis laporan dalam bahasa Jepang dalam gaya tulis akademik.

Kanji Class 5: Mahasiswa mempelajari kanji untuk level joukyuu (kelas mahir).

Intermediate-High listening: Mahasiswa memplejari kemampuan mendengar dalam bahasa Jepang.

Ohi Pottery Clay and Fire: The way of tea ‘chado’ berisi semua yang berhubungan dengan kehidupan orang Jepang, makanan, pakaian rumah, dan budaya Jepang. memfokuskan kepada estetika yang ada didalam orang Jepang.  Dalam mata kuliah ini mahasiswa belajar membuat cangkir teh tradisional Jepang dengan menggunakan tangan dan mengapresiasi karya seni dengan mengunjungi berbagai museum seni. Lalu, mahasiswa diajak untuk melakukan upacara minum teh demi tujuan mengapresiasi dan memperdalam kebudayaan Jepang.

Regional Studies of Hakusan: Dalam mata kuliah ini mahasiswa diperkenalkan ke daerah Hakusan guna untuk memahami dan memplajari kebudayaan masyarakat lokal yang berada di Hakusan.

Spring Semester

Advanced Reading: Dalam mata kuliah ini mahasiswa dituntut untuk bisa membaca teks bahasa Jepang yang sulit. Dalam matakuliah ini dilaksanakan seperti sistem seminar dan mahasiswa mempresentasikan topik tentang struktur masyarakat yang berada di Jepang.

Advanced Listening: Dalam mata kuliah ini mahasiswa dituntut untuk bisa mendengarkan percakapan, berita atau isu yang berada didalam masyarakat Jepang dengan melakukan berbagai diskusi dan presentasi.

Japanese Grammar: Dalam mata kuliah ini mahasiswa mempelajari lebih jauh mengenai tata bahasa Jepang secara mendalam, dan mahasiswa dituntut untuk bisa belajar mandiri guna memahami tata bahasa Jepang.

Academic Writing II: Dalam perkuliahan ini mahasiswa mempelajari metode dan cara menulis karya ilmiah dalam bahasa Jepang. dituntut untuk bisa melihat berbagai berita guna melatih kemampuan analisis mahasiswa, dan mengerjakan laporan dalam bahasa Jepang yang temanya membahas kebudayaan atau isu yang ada didalam masyarakat internasional.

Lecture of Noh: Mempelajari tentang teater tradisional Jepang Noh. Mempelajari berbagai musik tradisional Jepang yang digunakan dalam teater Noh. Selanjutnya, diikuti dengan mempelajari cerita yang ada didalam Noh teater, mempelajari karakter yang ada didalamnya dan pada akhir perkuliahan mahasiswa diberikan kesempatan untuk menonton teater Noh.

Zen and Japanese Culture: Dalam mata kuliah ini mahsiswa akan diberi kesempatan untuk mempraktekan zazen (perenungan secara sadar) dan belajar tentang ajaran Zen yang merupakan akar dari budaya Jepang. Zen adalah cara untuk melatih kesadaran diri dan sebagai cara untuk mendalami kebudayaan Jepang.

Japanese Affairs: Dalam mata kuliah ini mahasiswa mempelajari tentang kondisi, informasi, kebudayaan Jepang.

Calendar and Japanese History: Dalam mata kuliah ini mahasiswa mempelajari tentang sistem kalender kuno di Jepang. lalu didalam perkuliahan ini mahasiswa dituntut agar bisa memperkenalkan sistem kalendar yang ada dimasing-masing negara asalnya.

Selama mengikuti perkuliahan dalam program KUSEP, menurut pendapat saya sangat membantu untuk mengembangkan pembelajaran bahasa Jepang. Dan perkuliahan sangat menarik dan saya pribadi merasakan bukan hanya belajar bahasa Jepang saja namun bisa mengenal Jepang secara kebudayaan melalui mata kuliah yang disajikan. Mahasiswa asing didalam kelas bisa berdiskusi mengenai perbedaan budaya dan melatih agar kita bisa berperan aktif didalam masyarakat internasional dengan cara mengenalkan tentang kebudayaan Indonesia, memberikan informasi dan bersaing dengan pelajar lain.

Kehidupan Sehari-hari dan Temuan

Untuk kehidupan sehari-hari tentunya dalam program KUSEP ini disediakan sistem tutoring yang dilakukan oleh mahasiswa guna membantu mahasiswa didalam kehidupan sehari-hari. Biaya hidup di Jepang sebulan kira-kira menghabiskan biaya kurang lebih 70.000 yen perbulan. Untuk asrama saya diberikan beasiswa oleh pihak universitas sebesar 30.000 yen. Dan untuk kehidupan sehari-hari saya berkerja paruh waktu dikantin mahasiswa dan digaji sebesar 840 yen perjam (jika shift nya malam). Saya mengambil shift malam dan dalam seminggu, kurang lebih saya berkerja 22 jam perminggunya. Sebelumnya program KUSEP menyediakan beasiswa JASSO namun pada tahun saya, sayangnya beasiswa ini tidak ada.

Selanjutnya, didalam kehidupan sehari-hari saya rutin mengikuti acara interkasi antara mahasiswa budaya asing guna bisa bergaul didalam dunia internasional. Lalu, saya juga mengikuti event kondankai yang isinya setiap negara mempertunjukkan kesenian berupa tarian tradisional. Saat itu saya dan teman-teman PPI (Persatuan Pelajar Indonesia) menampilkan tarian medley Nusantara dan berhasil memeriahkan acara tersebut.

Dan selama program berlangsung saya juga ikut berperan dalam mengajarkan bahasa Jepang kepada anak-anak Indonesia yang ada di SD Morinosato Kanazawa kurang lebih selama 2 bulan. Program ini ditawarkan oleh Miyazaki Etsuko sensei karena banyak sekali anak-anak Indonesia yang datang ke Jepang tanpa dibekali keterampilan berbahasa Jepang. mengetahui adanya kesulitan itu, maka mahasiswa Indonesia khususnya yang bisa berbahasa Jepang dijadikan volunteer untuk mengajarkan bahasa Jepang kepada anak-anak Indonesia yang berada di SD Morinosato.

Selama program ini berjalan banyak sekali manfaatnya, bukan hanya mengembangkan kemampuan bahasa Jepang saja, namun mahasiswa juga dituntut untuk bisa bersaing, berperan aktif dan mengenalkan budaya Indonesia ke dunia Internasional. Dan dari program ini, saya merasakan manfaat jika belajar ke luar negeri tentunya bukan hanya keterampilan saja yang diasah, namun secara mental kita dilatih untuk bisa memberikan kontribusi kepada orang disekitar kita dan belajar hal-hal baru yang belum  diketahui sebelumnya. Saya berharap program ini akan terus berjalan guna memberikan pengalaman yang sangat berharga bagi mahasiswa bahasa Jepang.

 

 

 

 

Pendidikan Bahasa Jepang
Assign a menu in the Right Menu options.
Translate »